Sabtu, 23 Januari 2021

MANUSIA, TANGGUNG JAWAB, PENGABDIAN dan PENGORBANAN

 

Manusia, Tanggung Jawab, Pengabdian dan Pengorbanan

 



 

 

Disusun Oleh :

INAYAH MAULIDA

NPM : 10220735

 

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

TA 2020/2021

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

Daftar Isi :

BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

1.2       Rumusan Masalah

1.3       Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Tanggung Jawab

2.2       Makna dari Suatu Tanggung Jawab

2.3       Macam-macam Tanggung Jawab

2.4       Contoh-contoh dari Setiap Jenis Tanggung Jawab

2.5       Pengertian Pengabdian

2.6       Macam-macam Pengabdian

2.7       Contoh-contoh Pengabdian Dalam Kehidupan  

2.8       Pengertian Pengorbanan

2.9       Macam-macam Pengorbanan

2.10     Contoh-contoh Pengorbanan Dalam Kehidupan

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Manusia, Tanggung Jawab, Pengabdian dan Pengorbanan. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun serta menyempurnakan makalah ini.

Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud saya.

 

Jakarta 23 Januari 2020

                                                                                                                        Penulis


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang

Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita.

Selain tanggung jawab, dalam diri manusia juga terdapat pengabdian. Pengabdian dapat diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah ingin mengabdi kepada orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya. Sebagai contoh, bila orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya berkemungkinan besar nanti anak-anaknya akan berbakti juga kepada kedua orangtuanya, biarawan/wati yang mengabdi kepada agama dan Tuhannya nantinya akan dibalas amalannya di surga, ataupun pengabdian seorang pegawai negeri pada bangsa dan negaranya biasanya akan diberi semacam penghargaan/tanda jasa dari negara yang bersangkutan.

1.2       Rumusan Masalah

1.        Apakah pengertian tanggung jawab?

2.        Apa saja macam-macam tanggung jawab?

3.        Apakah pengertian pengabdian?

4.        Apakah  pengertian pengorbanan?

5.        Apa saja contoh pengorbanan dalam kehidupan?

1.3       Tujuan Penulis

1.      Untuk mengetahui pengertian dari tanggung jawab

2.      Untuk mengetahui makna dari suatu tanggung jawab

3.      Untuk mengetahui pengertian pengabdian dan pengorbanan

4.      Untuk mengetahui macam-macam tanggung jawab

5.      Untuk mengetahui contoh-contoh pengabdian dan pengorbanan dalam kehidupan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

 

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Dari segi filsafah, suatu tanggung jawab itu paling sedikit didukung oleh tiga unsur, yaitu sebagai berikut:

1.      Kesadaran

Berisi pengertian: tahu, kenal,mengerti dan dapat memperhitungkan arti, guna sampai kepada soal akibat dari pada sesuatu perbuatan atau pekerjaan yang dihadapi. Seseorang baru dapat dimintai tanggung jawab, bila ia sadar tentang apa yang diperbuatnya.

2.      Kecintaan

Cinta suka menimbulkan kepatuhan, kerelaan dan kesedihan untuk berkorban. Contohnya: cinta kepada Allah SWT, cinta kepada keluarga, cinta kepada tanah air, dan lain sebagainya.

3.      Keberanian

Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Berani disini didorong oleh rasa keikhlasan, tidak bersikap ragu-ragu dan takut terhadap segala macam rintangan yang timbul kemudia sebagai konsekuensi dari tindak perbuatan. Karena adanya tanggung jawab itulah, maka seseorang yang berani, juga memerlukan adanya pertimbangan-pertimbangan, perhitungan dan kewaspadaan sebelum bertindak, jadi tidak berlaku semena-mena. Dipikirkan terlebih dahulu dengan akal sehatnya

 

 

2.2       Makna dari Suatu Tanggung Jawab

·         Makna dari Suatu Tanggung Jawab Dalam Islam

Tanggung jawab adalah ‘keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya). Demikian makna tanggung jawab dalam kamus Bahasa Indonesia. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya. Ia menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Apabila ditelaah lebih lanjut, tanggung jawab merupakan kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan kita kepada orang lain, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain kepada kita.

Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang memiliki kepentingan dari pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan

Berbicara tentang tanggung jawab manusia menurut al-Qur’an, memperhatikan surat al-Mukminun ayat 115 ditemukan bahwa manusia adalah makhluk fungsional dan bertanggungjawab atau dengan kata lain penciptaan manusia bukanlah sebuah kesia-siaan. Tanggung jawab manusia tersebut meliputi tanggung jawab terhadap Allah Sang Pencipta, diri pribadi, keluaga, masyarakat, bangsa dan Negara, serta tanggung jawab terhadap alam.

 

2.3       Macam-macam Tanggung Jawab

1.      Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri

 

Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.



2.      Tanggung Jawab kepada keluarga

 

Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.



3.      Tanggung Jawab kepada masyarakat

 

Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Secara kodrati dari sejak lahir sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidup, kondisi inilah manusia membutuhkan dan kerjasama dengan orang lain.

 

Dalam semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia mustahil dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala yang dicapai dan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat bantuan atau kerjasama dengan orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian melahirkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam hidup kaitannya dengan masyarakat.



4.      Tanggung Jawab kepada Bangsa/Negara

 

Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga negara dari suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.



5.      Tanggung Jawab kepada Tuhan

 

Manusia ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya. Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.

 

Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak. Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.

 

2.4       Contoh-contoh dari Setiap Jenis Tanggung Jawab

1.      Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri

Contoh: menjaga pola hidup sehat dan menjauhi narkoba karena narkoba dapat merusak tubuh. Contoh lainnya adalah menjauhi hal-hal yang merugikan Anda dan nama baik Anda.

2.      Tanggung Jawab pada Keluarga

Contohnya Ayah mencari nafkah untuk anak istrinya setiap hari. Ibu merawat anak di rumah.

3.      Tanggung Jawab pada Masyarakat

Contoh: Menjaga kebersihan lingkungan, membayar iuran jaga malam dan ikut melakukan jaga malam.

4.      Tanggung Jawab pada Negara

·         Memahami serta mengamalkan ideologi nasional kita, yakni pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang dimana dalam berbagai bidang kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan

·         Menjaga dan memelihara nama baik bangsa dan negara dimata dunia internasional yang dimana sebagai bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, berperadaban dan bermartabat

·         Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara yang dimana dilakukan dengan menghindari sikap dan perilaku diskriminatif

·         Membina solidaritas sosial sebagai sesama warga negara Indonesia

·         Meningkatkan wawasan kebangsaan agar senantiasa terbina dengan rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan pada setiap diri warga negara

5.      Tanggung Jawab pada Tuhan

Setiap manusia yang telah dilahirkan didunia ini pasti memiliki tanggung jawab kepada Tuhan. Dan setiap orang yang memiliki agama juga tentu pasti tau tanggung jawab apa yang harus ia tanggung.

Biasanya setiap agama memiliki larangan yang tidak memperboleh penganutnya melakukannya. Maka apabila hal tersebut dilanggar, maka orang tersebut akan bertanggung jawab di akhirat kelak.

 

2.5       Pengertian Pengabdian

 

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan mungkin kepada pimpinan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh ikhlas.

Timbulnya pengabdian pada hakikatnya adanya rasa tanggung jawab. Apabila kita bekerja keras pagi sampai sore dibeberapa tempat, untuk mencukupi kebuuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang kita kepada keluarga. Dalam hal ini dibedakan antara bantuan dan pengabdian. Kalau bantuan mungkin hanya berupa membantu mengantarkan teman ke kantor atau membantu tenaga untuk keperluan peta kawan.

 

2.6       Macam-macam Pengabdian

1.       Pengabdian kepada keluarga

 

Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga dan sudah tentu dalam kehidupan keluarga tersebut didasarkan pada cinta dan kasih sayang. Kasih sayang itu mengandung pengertian pengabdia dan perngorbanan. Apabila ada kasih sayang tidak disertai pengabdian, maka kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada anak-istri, istri kepada suami dan anak-anaknya, atau anak-anak kepada orang tuanya.

 

2.       Pengabdian kepada masyarakat

 

Manusia sebagai anggota masyarakat tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, setiap orang saling membutuhkan, tolong menolong baik secara sadar maupun tanpa disadari. Tolong menolong antr individu maupun dengan masyarakat dapat dengan imbalan atau mungkin tanpa imbalam atau karena kewajibannya. Bila seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memasyarakatkan dirinya dan selau mengasingkan diri, maka apabila mengalami kesulitan yang luar biasa ia akan ditertawakan oleh masyarakat. Cepat atau lambat ia akan menyadari dan menyerah kepada masyarakat lingkungannya.

Oleh karena itu demi masyarakat, anggota masyarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat lingkungannya. Oleh sebab itu baik tempat tinggal membawa nama baik pula. Ulah atau tindakan baik buruknya warga akan menyangkut juga nama baik tempat tinggal dan lingkungannya.

 

3.       Pengabdian kepada negara

 

Negara merupakan lembaga msyarakat yang terbesar, sedangkan masyarakat pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidaklah ada cinta tanpa adanya pengabdian. Orang Inggris misalnya sampai-sampai mempunya suatu semangat mengabdi yang diwujudkan dalam kata-kata yang fanatik “right or wrong my country”, dimana yang dimaksudkan “benar atau salah adalah negara saya”. Masih banyak lagi contoh mengabdikan diri kepada bangsa dan dalam kehidupan.

 

4.       Pengabdian kepada Tuhan

 

Manusia sebagai amkhluk Tuhan tidak ada eksitensinya dengan sendirinya, tetapi keberadaan di dunia ini adalah sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan sudah tentu manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan hal itu merupakan perwujudan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya itu direalisasikan dalam wujud-wujud nyata seperti: rumah ibadah dan produk-produk budaya yang berbagai macam wujudnya seperti syair, nyanyian, lukisan dan lain sebaginya.

 

2.7       Contoh-contoh Pengabdian Dalam Kehidupan

v  Pengabdian Manusia Kepada Tuhan yang Maha Esa

Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.

Contoh:

·         Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari,

·         melakukan zakat,

·         melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.

 

v  Pengabdian  Manusia kepada masyarakat

Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan.

·         Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.

 

v  Pengabdian Manusia kepada raja

Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi.

·         Contoh: Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.

 

v  Pengabdian Manusia kepada negara

Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa.

·         Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.

 

v  Pengabdian Manusia kepada harta

Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.

 

v  Pengabdian Manusia kepada keluarga

Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak. Jadi dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan, memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia. Tujuan Hidup menurut AL-FATIHAH yaitu Memilih diantara dua alternatif yaitu merefleksikan sifat sifat Tuhan yang mengarah menjadi Pengabdi-pihak-lain (Ar-Rahman & Ar-Rahim) atau Pengabdi-diri-sendiri.

 

v  Pengabdian Manusia Kepada Pihak Lain

Bukan berarti tidak ada perhatian sama sekali terhadap diri sendiri, sehingga misalnya tidak makan sama sekali yang berarti bunuh diri. Tapi senantiasa berusaha mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri. Perhatiannya sama besar baik terhadap diri sendiri maupun pihak lain. Apa yang tidak patut diperlakukan terhadap dirinya tidak patut pula diperlakukan terhadap pihak lain. Senantiasa memberi dengan kecintaan tanpa pamrih dan membalas kebaikan pihak lain dengan yang lebih baik hanya karena kecintaan. Senantiasa melakukan yang tersurat dalam tafsir Al-Fatihah.

v  Pengabdian Kepada Diri Sendiri

Hampir sepanjang waktu hanya memikirkan diri sendiri. Senantiasa merasa patut mendapat pujian, merasa kepemilikan atas harta, ilmu, anak-istri-suami adalah mutlak bagi kepentingan dirinya, mendominasi pihak lain yang menurutnya demi kebaikan adalah haknya yang tidak dapat digugat, tidak memberikan pilihan kepada pihak lain (terutama anak-pasangan-keluarga). Menjadikan kelebihan maupun kekurangan sebagai senjata untuk kepentingan diri. Merasa terusik oleh kelebihan maupun kekurangan pihak lain. Sepertinya tidak membutuhkan pihak lain bahkan merasa dirinya-lah sebagai dewa penyelamat.

 

2.8       Pengertian Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban yang artinya memberikan secara ikhlas dalam wujud-wujud tertentu seperti: harta, benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mungkin nyawa demi cintanya atau ikatannya dengan sesuatu demi kesetiaan, kebenaran.

Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidaklah begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentua adanya pengorbanan. Antara sesama teman sulit untuk dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih tinggi. Tetapi kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.

Pengorbanan merupakan akibat dan pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwa atau nyawa. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa adanya rasa pamrih, perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.

Karena manusia itu bukan hanya merupakan pribadi, tetapi juga berkeluarga, berasyarakat, merupakan bangsa suatu negara dan juga sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Maka dari pada itu pengorbanan dapat dibedakan menurut beberapa jenis yaitu: penorbanan kepada keluarga, masyarakat, bangsa, negara, kebenaran dan kepada agama.

 

2.9       Macam-macam Pengorbanan

a.Pengorbanan kepada keluarga

Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Dasar hidup berkeluarga adalah kasihsayang.Kasih sayang memerlukan pengorbanan. Tanpa pengorbanan tidak ada kasih sayang atau tidak ada cinta.

 

b.Pengorbanan kepada masyarakat

Manusia adalah makhluk social, karena manusia tidak dapat hidup sendiri, dan saling membutuhkan. Sebagai makhluk social, manusia merasa terikat dengan masyarakatnya. Karena itu, pengabdiannya kepada masyarakat ia tak bebas dari pengorbanan.

c.    Pengorbanan kepada Bangsa dan Negara

Setiap orang di bumi ini mengakui bahwa manusia merupakan anggota suatu bangsa dan warga negara suatu negara. Semua orang pasti menjadi anggota atau warga negara dari suatu negara atau bangsa dan mempunyai kewajiban antara lain membela negara. Pembelaa itulah bentuk dari pengorbanan. Demi negara tiap orang tidak sayang kehilangan harta benda, bagian badan, bahkan nyawa pun dipertaruhkan dengan ikhlas. Kapan saja dan dimana saja berada mereka berkeajiban membela negara.

  d.Pengorbanan karena kebenaran

Ada peribahasa “berani karena benar, takut karena salah”. Demi kebenaran orang tidak takut menghadapi apapun. Perang kemerdekaan itu pada hakikatnya adalah perang untuk membela kebenaran. Menurut kodratnya, manusia mempunyai hak hidup, dan hak kemerdekaan hidup. Oleh karena itu penjajahan di atas bumi bertentangan dengan kodrat alam Dalam membela kebenaran ini biasanya banyak korban berjatuhan.

e. Pengorbanan kepada agama

Berkorban untuk agama bearti juga berkorban demi cintanya kepada allah. Hal ini terjadi karena adanya manusia bukan karena sendirinya, tetapi ada karena diciptakan oleh allah. Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cintanya kepada agama dan juga kepada penciptanya. Agama pada hakikatnya adalah kebenaran, oleh karena itu dalam berkorban demi agama atau kebenaran, manusia tidak sayang dengan nyawanya pun rela dikorbankan.

 

2.10 CONTOH PENGORBANAN DALAM KEHIDUPAN

a.Pengorbanan kepada keluarga

Contoh: Siti Nurbaya dengan sangat terpaksa mau di kwinin Datuk Maringgih, seorang laki-laki yang sangat ia bencinya, demi cintanya kepada ayahnya (dalam siti nurbaya).

 

b.Pengorbanan kepada masyarakat

Contoh : Dr. Tono (sukartono) aktif sebgai dokter yang baik.Begitu besar pengabdiannya kepada pasien sehingga isterinya merasa diperlakukan sebagai penunggu rumah dan penunggu telepon belaka.Konflik batin pun terjadi, ketegangan rumah tangga menjadi-jadi, sehingga di rumah Dr. Tono tidak betah, gelisah. Akibat pengabdiannya kepada masyarakat, rumah tanggannya menjadi korban, (alam belenggu-Armyn Pane).

 

c.    Pengorbanan kepada Bangsa dan Negara

Contoh: Kumbakarno adalah seseorang raksasa yang berjiwa ksatria. Ia menentang perintah kakknya,Rahwana untuk melawan Rama, kakaknya berada di posisi yang salah. Tetapi setelah kakaknya dan juga rajanya,Rahwana, marah-marah dengan mengugkit-ungkit kenikmatan yang telah diberikannya,maka setelah ia memuntahkan semua kenikmatan yang telah di terimah, ia bukan sebagai pembela kakaknya, tetapi sebagai panglima perang dalam membela negara. Ia tahu, bahwa ia akan kalah dan mati. Tetapi demi cintanya kepada negara, ia korbankan jiwa raganya.(dalam Ramayana).

 

d.Pengorbanan karena kebenaran

Contoh:

1)  Perang antara Rama melawan Rahwana, sebenarnya adalah perang antara kebenaran melawan kejahatan, karena Rahwana menculik isteri Rama, Sita (dalam Ramayan)

2)  Demikian pula Wibisana, menentang perintah kakaknya, Rahwana, karena wibisana melihat kakaknya berada di pihak yang salah, karena itu ia memilih kebenaran (dalam Rawayana).

 

e. Pengorbanan kepada agama

Contoh:

1)       Nabi Ibrahim rela mengorbankan anaknya dan menyembelihnya demi cintanya kepada allah. Akhirnya anaknya itu diganti dengan kambing oleh allah.

2)       Biarawan atau biarawati (agama katolik) dengan rela dan ikhlas meninggalkan keduniawian demi cintanya kepada agama dan. Tuhannya. Ia mengorbankan diri dari kenikmatan hidup, demi pengabdiannya kepada agama dan Tuhannya.

3)       Pangeran Sidharta, putera raja Kapilawastu, adalah seorang pangeran, Calon raja, yang meninggalkan istana dan menjadi bhiksu mencari kebenaran hidup. Akhirnya ia menjadi Budha Gautama penyebar agama Budha. Ia mengorbankan diri dari kemewahan di istana demi kebenaran (hakikat)

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN 

        Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://framesthiallida24.blogspot.com/2019/01/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-tanggung.html

https://rayrizqie.blogspot.com/2015/06/ibd-bab-9-manusia-dan-tanggung-jawab.html

http://almanarrahman.blogspot.com/2016/06/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab-ilmu.html

https://binus.ac.id/character-building/2020/05/makna-tanggung-jawab-dalam-islam/

https://nuramaliafitriani97.wordpress.com/2014/11/28/ilmu-budaya-dasar-10-pengabdian-dan-pengorbanan/

https://yogiearieffadillah.wordpress.com/2013/06/04/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab/

https://ariefdwipangestu.blogspot.com/2018/05/makalah-manusiadan-tanggung-jawab-ilmu.html

https://satyaariyono.wordpress.com/2012/06/12/macam-macam-bentuk-pengabdian/

BAHASA INGGRIS 2 - MAKE 1 PARAGRAPH USING ADVERBIAL CLAUSE ABOUT THE PANDEMIC ERA

BAHASA INGGRIS 2  -   MAKING 1 PARAGRAPH USING ADVERBIAL CLAUSE ABOUT THE PANDEMIC ERA   ...   Since 2020 the corona virus has spread ...