Manusia,
Tanggung Jawab, Pengabdian dan Pengorbanan
Disusun
Oleh :
INAYAH
MAULIDA
NPM
: 10220735
PROGRAM
STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TA
2020/2021
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tanggung Jawab
2.2 Makna dari Suatu Tanggung Jawab
2.3 Macam-macam Tanggung Jawab
2.4 Contoh-contoh dari Setiap Jenis Tanggung
Jawab
2.5 Pengertian Pengabdian
2.6
Macam-macam Pengabdian
2.7 Contoh-contoh Pengabdian Dalam Kehidupan
2.8 Pengertian Pengorbanan
2.9 Macam-macam Pengorbanan
2.10 Contoh-contoh Pengorbanan Dalam Kehidupan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun dan
menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Manusia,
Tanggung Jawab, Pengabdian dan Pengorbanan. Makalah ini di buat
sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah
Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat
membangun serta menyempurnakan makalah ini.
Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan
Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca
dalam memahami maksud saya.
Jakarta 23 Januari 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau
berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung Jawab juga
berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap manusia memiliki
tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau
mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau
mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya,
tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab
manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita.
Selain
tanggung jawab, dalam diri manusia juga terdapat pengabdian. Pengabdian dapat
diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah ingin mengabdi kepada
orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana
pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya
yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya. Sebagai
contoh, bila orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya berkemungkinan
besar nanti anak-anaknya akan berbakti juga kepada kedua orangtuanya,
biarawan/wati yang mengabdi kepada agama dan Tuhannya nantinya akan dibalas
amalannya di surga, ataupun pengabdian seorang pegawai negeri pada bangsa dan
negaranya biasanya akan diberi semacam penghargaan/tanda jasa dari negara yang
bersangkutan.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian tanggung jawab?
2.
Apa saja macam-macam tanggung jawab?
3.
Apakah pengertian pengabdian?
4.
Apakah
pengertian pengorbanan?
5.
Apa saja contoh pengorbanan dalam kehidupan?
1.3 Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui pengertian dari
tanggung jawab
2. Untuk mengetahui makna dari
suatu tanggung jawab
3. Untuk mengetahui pengertian
pengabdian dan pengorbanan
4. Untuk mengetahui macam-macam
tanggung jawab
5. Untuk mengetahui contoh-contoh
pengabdian dan pengorbanan dalam kehidupan
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah
keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut
kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,
menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung
jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia
pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab.Disebut demikian karena
manusia, selain merupakan makhluk individual dan makhluk sosial, juga
merupakan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung
jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial,
individual ataupun teologis.
Dari
segi filsafah, suatu tanggung jawab itu paling sedikit didukung oleh tiga
unsur, yaitu sebagai berikut:
1. Kesadaran
Berisi
pengertian: tahu, kenal,mengerti dan dapat memperhitungkan arti, guna sampai
kepada soal akibat dari pada sesuatu perbuatan atau pekerjaan yang dihadapi.
Seseorang baru dapat dimintai tanggung jawab, bila ia sadar tentang apa yang
diperbuatnya.
2. Kecintaan
Cinta
suka menimbulkan kepatuhan, kerelaan dan kesedihan untuk berkorban. Contohnya:
cinta kepada Allah SWT, cinta kepada keluarga, cinta kepada tanah air, dan lain
sebagainya.
3. Keberanian
Berani berbuat, berani
bertanggung jawab. Berani disini didorong oleh rasa keikhlasan, tidak bersikap
ragu-ragu dan takut terhadap segala macam rintangan yang timbul kemudia sebagai
konsekuensi dari tindak perbuatan. Karena adanya tanggung jawab itulah, maka
seseorang yang berani, juga memerlukan adanya pertimbangan-pertimbangan,
perhitungan dan kewaspadaan sebelum bertindak, jadi tidak berlaku semena-mena.
Dipikirkan terlebih dahulu dengan akal sehatnya
2.2 Makna dari Suatu Tanggung Jawab
·
Makna dari Suatu Tanggung
Jawab Dalam Islam
Tanggung jawab adalah ‘keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut,
dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya). Demikian makna tanggung jawab
dalam kamus Bahasa Indonesia. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia
bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya. Ia
menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.
Apabila ditelaah lebih lanjut, tanggung jawab merupakan kewajiban atau beban
yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan kita kepada orang
lain, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain kepada kita.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya
sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani
dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak
lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat
dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang memiliki
kepentingan dari pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat
perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam
keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung
jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun
dengan cara kemasyarakatan
Berbicara tentang tanggung jawab manusia
menurut al-Qur’an, memperhatikan surat al-Mukminun ayat 115 ditemukan bahwa
manusia adalah makhluk fungsional dan bertanggungjawab atau dengan kata lain
penciptaan manusia bukanlah sebuah kesia-siaan. Tanggung jawab manusia tersebut
meliputi tanggung jawab terhadap Allah Sang Pencipta, diri pribadi, keluaga,
masyarakat, bangsa dan Negara, serta tanggung jawab terhadap alam.
2.3 Macam-macam Tanggung Jawab
1. Tanggung Jawab manusia terhadap
diri sendiri
Menurut
sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang
pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri,
perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang
tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi
mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam
mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi
Tanggung Jawab.
2. Tanggung Jawab kepada keluarga
Masyarakat
kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan
juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga
wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama
baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab kepada
masyarakat
Satu
kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota
masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan
sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah
laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Secara kodrati dari sejak lahir
sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman
yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia
membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan
hidup, kondisi inilah manusia membutuhkan dan kerjasama dengan orang lain.
Dalam
semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang
lebih baik, manusia mustahil dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau
kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala
yang dicapai dan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat
bantuan atau kerjasama dengan orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian
melahirkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan
apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung
Jawab manusia yang utama dalam hidup kaitannya dengan masyarakat.
4. Tanggung Jawab kepada
Bangsa/Negara
Satu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga negara dari suatu
negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat
olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak
dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus
bertanggung jawab kepada negara.
5. Tanggung Jawab kepada Tuhan
Manusia
ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai
ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana
pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam
sekitarnya. Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat.
Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yang disengaja
maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala
perbuatan yang saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam
kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan.
Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan
kelalaiannya itu diakhirat kelak. Manusia hidup dalam perjuangan,
begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan
hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat
kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang
salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya
dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak
dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
2.4 Contoh-contoh dari Setiap Jenis Tanggung Jawab
1.
Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri
Contoh: menjaga pola hidup sehat dan menjauhi narkoba karena narkoba
dapat merusak tubuh. Contoh lainnya adalah menjauhi hal-hal yang merugikan Anda
dan nama baik Anda.
2.
Tanggung Jawab pada Keluarga
Contohnya Ayah mencari nafkah untuk anak istrinya setiap hari. Ibu
merawat anak di rumah.
3.
Tanggung Jawab pada Masyarakat
Contoh: Menjaga kebersihan lingkungan, membayar iuran jaga malam dan
ikut melakukan jaga malam.
4.
Tanggung Jawab pada Negara
·
Memahami
serta mengamalkan ideologi nasional kita, yakni pancasila dalam kehidupan
sehari-hari yang dimana dalam berbagai bidang kehidupan seperti politik,
ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan
·
Menjaga
dan memelihara nama baik bangsa dan negara dimata dunia internasional yang
dimana sebagai bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, berperadaban dan
bermartabat
·
Menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa dan negara yang dimana dilakukan dengan
menghindari sikap dan perilaku diskriminatif
·
Membina
solidaritas sosial sebagai sesama warga negara Indonesia
·
Meningkatkan
wawasan kebangsaan agar senantiasa terbina dengan rasa kebangsaan, paham
kebangsaan dan semangat kebangsaan pada setiap diri warga negara
5.
Tanggung Jawab pada Tuhan
Setiap manusia yang telah dilahirkan didunia ini pasti memiliki tanggung
jawab kepada Tuhan. Dan setiap orang yang memiliki agama juga tentu pasti tau
tanggung jawab apa yang harus ia tanggung.
Biasanya setiap agama memiliki larangan yang tidak memperboleh
penganutnya melakukannya. Maka apabila hal tersebut dilanggar, maka orang
tersebut akan bertanggung jawab di akhirat kelak.
2.5 Pengertian Pengabdian
Pengabdian
adalah perbuatan baik yang berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan mungkin kepada pimpinan, cinta, kasih sayang, hormat, atau
suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh ikhlas.
Timbulnya
pengabdian pada hakikatnya adanya rasa tanggung jawab. Apabila
kita bekerja keras pagi sampai sore dibeberapa tempat, untuk mencukupi kebuuhan
rumah tangga kita, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang
kita kepada keluarga. Dalam hal ini dibedakan antara bantuan dan pengabdian.
Kalau bantuan mungkin hanya berupa membantu mengantarkan teman ke kantor atau
membantu tenaga untuk keperluan peta kawan.
2.6 Macam-macam Pengabdian
1. Pengabdian kepada keluarga
Pada
hakikatnya manusia hidup berkeluarga dan sudah tentu dalam kehidupan keluarga
tersebut didasarkan pada cinta dan kasih sayang. Kasih sayang itu mengandung
pengertian pengabdia dan perngorbanan. Apabila ada kasih sayang tidak disertai
pengabdian, maka kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga
ini dapat berupa pengabdian kepada anak-istri, istri kepada suami dan
anak-anaknya, atau anak-anak kepada orang tuanya.
2. Pengabdian kepada masyarakat
Manusia
sebagai anggota masyarakat tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, setiap
orang saling membutuhkan, tolong menolong baik secara sadar maupun tanpa
disadari. Tolong menolong antr individu maupun dengan masyarakat dapat dengan
imbalan atau mungkin tanpa imbalam atau karena kewajibannya. Bila seseorang
yang hidup di masyarakat tidak mau memasyarakatkan dirinya dan selau
mengasingkan diri, maka apabila mengalami kesulitan yang luar biasa ia akan
ditertawakan oleh masyarakat. Cepat atau lambat ia akan menyadari dan menyerah
kepada masyarakat lingkungannya.
Oleh
karena itu demi masyarakat, anggota masyarakat harus mau mengabdikan diri
kepada masyarakat. Ia harus memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat lingkungannya.
Oleh sebab itu baik tempat tinggal membawa nama baik pula. Ulah atau tindakan
baik buruknya warga akan menyangkut juga nama baik tempat tinggal dan
lingkungannya.
3. Pengabdian kepada negara
Negara
merupakan lembaga msyarakat yang terbesar, sedangkan masyarakat pada hakikatnya
adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu
seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya
diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidaklah ada cinta tanpa adanya pengabdian.
Orang Inggris misalnya sampai-sampai mempunya suatu semangat mengabdi yang
diwujudkan dalam kata-kata yang fanatik “right or wrong my country”, dimana
yang dimaksudkan “benar atau salah adalah negara saya”. Masih banyak lagi
contoh mengabdikan diri kepada bangsa dan dalam kehidupan.
4. Pengabdian kepada Tuhan
Manusia
sebagai amkhluk Tuhan tidak ada eksitensinya dengan sendirinya, tetapi
keberadaan di dunia ini adalah sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan
Tuhan sudah tentu manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti
penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan hal itu merupakan perwujudan
tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya itu direalisasikan dalam
wujud-wujud nyata seperti: rumah ibadah dan produk-produk budaya yang berbagai
macam wujudnya seperti syair, nyanyian, lukisan dan lain sebaginya.
2.7 Contoh-contoh Pengabdian Dalam Kehidupan
v Pengabdian Manusia Kepada
Tuhan yang Maha Esa
Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap
Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh
pengorbanan.
Contoh:
·
Umat
Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari,
·
melakukan
zakat,
·
melaksanakan
kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada
Tuhan yang Maha Esa.
v Pengabdian Manusia
kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan
hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian
melakukan pengabdian juga pengorbanan.
·
Contoh:
Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di
desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan
demi kemajuan desanya.
v Pengabdian Manusia kepada
raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas
kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang
terjadi.
·
Contoh:
Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
v Pengabdian Manusia kepada
negara
Timbul karena seseorang merasa ikut
bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan
kesatuan bangsa.
·
Contoh:
Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda
yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
v Pengabdian Manusia kepada
harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa
harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi
harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk
mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
v Pengabdian Manusia kepada
keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan
keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak. Jadi
dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan, memahami
arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita meneladaninya,
karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan merupakan usaha memikul
tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia. Tujuan Hidup menurut
AL-FATIHAH yaitu Memilih diantara dua alternatif yaitu merefleksikan sifat
sifat Tuhan yang mengarah menjadi Pengabdi-pihak-lain (Ar-Rahman &
Ar-Rahim) atau Pengabdi-diri-sendiri.
v Pengabdian Manusia Kepada
Pihak Lain
Bukan berarti tidak ada perhatian sama sekali
terhadap diri sendiri, sehingga misalnya tidak makan sama sekali yang berarti
bunuh diri. Tapi senantiasa berusaha mencintai orang lain seperti mencintai
diri sendiri. Perhatiannya sama besar baik terhadap diri sendiri maupun pihak
lain. Apa yang tidak patut diperlakukan terhadap dirinya tidak patut pula
diperlakukan terhadap pihak lain. Senantiasa memberi dengan kecintaan tanpa
pamrih dan membalas kebaikan pihak lain dengan yang lebih baik hanya karena
kecintaan. Senantiasa melakukan yang tersurat dalam tafsir Al-Fatihah.
v Pengabdian Kepada Diri
Sendiri
Hampir sepanjang waktu hanya memikirkan diri
sendiri. Senantiasa merasa patut mendapat pujian, merasa kepemilikan atas
harta, ilmu, anak-istri-suami adalah mutlak bagi kepentingan dirinya,
mendominasi pihak lain yang menurutnya demi kebaikan adalah haknya yang tidak
dapat digugat, tidak memberikan pilihan kepada pihak lain (terutama
anak-pasangan-keluarga). Menjadikan kelebihan maupun kekurangan sebagai senjata
untuk kepentingan diri. Merasa terusik oleh kelebihan maupun kekurangan pihak
lain. Sepertinya tidak membutuhkan pihak lain bahkan merasa dirinya-lah sebagai
dewa penyelamat.
2.8 Pengertian Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari
kata korban yang artinya memberikan secara ikhlas dalam wujud-wujud tertentu
seperti: harta, benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mungkin nyawa demi cintanya
atau ikatannya dengan sesuatu demi kesetiaan, kebenaran.
Perbedaan antara
pengertian pengabdian dan pengorbanan tidaklah begitu jelas. Karena adanya
pengabdian tentua adanya pengorbanan. Antara sesama teman sulit untuk dikatakan
pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih tinggi. Tetapi kata
pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan
akibat dan pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan,
bahkan dapat juga berupa jiwa atau nyawa. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas
tanpa adanya rasa pamrih, perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja
diperlukan.
Karena manusia itu bukan
hanya merupakan pribadi, tetapi juga berkeluarga, berasyarakat, merupakan
bangsa suatu negara dan juga sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Maka dari pada
itu pengorbanan dapat dibedakan menurut beberapa jenis yaitu: penorbanan kepada
keluarga, masyarakat, bangsa, negara, kebenaran dan kepada agama.
2.9 Macam-macam Pengorbanan
a.Pengorbanan kepada
keluarga
Pada hakikatnya manusia
hidup berkeluarga. Dasar hidup berkeluarga adalah kasihsayang.Kasih sayang
memerlukan pengorbanan. Tanpa pengorbanan tidak ada kasih sayang atau tidak ada
cinta.
b.Pengorbanan
kepada masyarakat
Manusia adalah makhluk
social, karena manusia tidak dapat hidup sendiri, dan saling membutuhkan.
Sebagai makhluk social, manusia merasa terikat dengan masyarakatnya. Karena
itu, pengabdiannya kepada masyarakat ia tak bebas dari pengorbanan.
c. Pengorbanan
kepada Bangsa dan Negara
Setiap orang di bumi ini
mengakui bahwa manusia merupakan anggota suatu bangsa dan warga negara suatu
negara. Semua orang pasti menjadi anggota atau warga negara dari suatu negara
atau bangsa dan mempunyai kewajiban antara lain membela negara. Pembelaa itulah
bentuk dari pengorbanan. Demi negara tiap orang tidak sayang kehilangan harta
benda, bagian badan, bahkan nyawa pun dipertaruhkan dengan ikhlas. Kapan saja
dan dimana saja berada mereka berkeajiban membela negara.
d.Pengorbanan karena kebenaran
Ada peribahasa “berani
karena benar, takut karena salah”. Demi kebenaran orang tidak takut menghadapi
apapun. Perang kemerdekaan itu pada hakikatnya adalah perang untuk membela
kebenaran. Menurut kodratnya, manusia mempunyai hak hidup, dan hak kemerdekaan
hidup. Oleh karena itu penjajahan di atas bumi bertentangan dengan kodrat alam
Dalam membela kebenaran ini biasanya banyak korban berjatuhan.
e. Pengorbanan
kepada agama
Berkorban untuk agama
bearti juga berkorban demi cintanya kepada allah. Hal ini terjadi karena adanya
manusia bukan karena sendirinya, tetapi ada karena diciptakan oleh allah.
Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cintanya kepada agama dan juga
kepada penciptanya. Agama pada hakikatnya adalah kebenaran, oleh karena itu
dalam berkorban demi agama atau kebenaran, manusia tidak sayang dengan nyawanya
pun rela dikorbankan.
2.10
CONTOH PENGORBANAN DALAM KEHIDUPAN
a.Pengorbanan kepada
keluarga
Contoh: Siti Nurbaya dengan
sangat terpaksa mau di kwinin Datuk Maringgih, seorang laki-laki yang sangat ia
bencinya, demi cintanya kepada ayahnya (dalam siti nurbaya).
b.Pengorbanan
kepada masyarakat
Contoh : Dr. Tono
(sukartono) aktif sebgai dokter yang baik.Begitu besar pengabdiannya kepada
pasien sehingga isterinya merasa diperlakukan sebagai penunggu rumah dan
penunggu telepon belaka.Konflik batin pun terjadi, ketegangan rumah tangga
menjadi-jadi, sehingga di rumah Dr. Tono tidak betah, gelisah. Akibat
pengabdiannya kepada masyarakat, rumah tanggannya menjadi korban, (alam
belenggu-Armyn Pane).
c. Pengorbanan
kepada Bangsa dan Negara
Contoh: Kumbakarno adalah
seseorang raksasa yang berjiwa ksatria. Ia menentang perintah kakknya,Rahwana
untuk melawan Rama, kakaknya berada di posisi yang salah. Tetapi setelah
kakaknya dan juga rajanya,Rahwana, marah-marah dengan mengugkit-ungkit
kenikmatan yang telah diberikannya,maka setelah ia memuntahkan semua kenikmatan
yang telah di terimah, ia bukan sebagai pembela kakaknya, tetapi sebagai
panglima perang dalam membela negara. Ia tahu, bahwa ia akan kalah dan mati.
Tetapi demi cintanya kepada negara, ia korbankan jiwa raganya.(dalam Ramayana).
d.Pengorbanan karena kebenaran
Contoh:
1) Perang antara
Rama melawan Rahwana, sebenarnya adalah perang antara kebenaran melawan
kejahatan, karena Rahwana menculik isteri Rama, Sita (dalam Ramayan)
2) Demikian pula
Wibisana, menentang perintah kakaknya, Rahwana, karena wibisana melihat
kakaknya berada di pihak yang salah, karena itu ia memilih kebenaran (dalam
Rawayana).
e. Pengorbanan
kepada agama
Contoh:
1) Nabi Ibrahim rela mengorbankan anaknya
dan menyembelihnya demi cintanya kepada allah. Akhirnya anaknya itu diganti
dengan kambing oleh allah.
2) Biarawan atau biarawati (agama
katolik) dengan rela dan ikhlas meninggalkan keduniawian demi cintanya kepada
agama dan. Tuhannya. Ia mengorbankan diri dari kenikmatan hidup, demi
pengabdiannya kepada agama dan Tuhannya.
3) Pangeran Sidharta, putera raja
Kapilawastu, adalah seorang pangeran, Calon raja, yang meninggalkan istana dan
menjadi bhiksu mencari kebenaran hidup. Akhirnya ia menjadi Budha Gautama
penyebar agama Budha. Ia mengorbankan diri dari kemewahan di istana demi
kebenaran (hakikat)
BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu
keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung
resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung
jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil,
bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang
bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi
dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk
kepentingan orang lain ataupun orang banyak.Orang yang bertanggung jawab dapat
memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik.
Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang
lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai
kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya
tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud
dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan
pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu
sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
http://framesthiallida24.blogspot.com/2019/01/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-tanggung.html
https://rayrizqie.blogspot.com/2015/06/ibd-bab-9-manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://almanarrahman.blogspot.com/2016/06/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab-ilmu.html
https://binus.ac.id/character-building/2020/05/makna-tanggung-jawab-dalam-islam/
https://yogiearieffadillah.wordpress.com/2013/06/04/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab/
https://ariefdwipangestu.blogspot.com/2018/05/makalah-manusiadan-tanggung-jawab-ilmu.html
https://satyaariyono.wordpress.com/2012/06/12/macam-macam-bentuk-pengabdian/
