CINTA
KASIH DENGAN KEHIDUPAN MANUSIA
Disusun
Oleh :
INAYAH
MAULIDA
NPM
: 10220735
PROGRAM
STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TA
2020/2021
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Cinta
Kasih
2.2 Unsur-unsur Cinta
2.3 3 Unsur dalam
Segitiga Cinta
2.4 Tingkatan Cinta
2.5 Cinta Menurut
Ajaran Agama
2.6 Bentuk-bentuk
Cinta
2.7 Kasih Sayang
2.8 Kemesraan
2.9 Pemujaan
2.10 Belas Kasihan
2.11 Cinta Kasih Erotis
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun
dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Cinta Kasih dengan
Kehidupan Manusia. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi
tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Ilmu Budaya
Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun serta
menyempurnakan makalah ini.
Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Ilmu
Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca dalam
memahami maksud saya.
Jakarta,
24 Oktober2020
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di
dalam kehidupan manusia, selain manusia mengetahui tentang kebudayaan dan
kesenian, manusia juga mengenal cinta kasih. Cinta kasih berkaitan dengan
manusia karena cinta kasih adalah perasaan yang timbul di dalam diri manusia
namun cinta kasih itu muncul tanpa diketahui oleh manusia.
Cinta
memegang peran penting karena cinta adalah dasar untuk melakukan sebuah
pernikahan, pembentukan keluarga dan merawat anak, hubungan yang erat dengan
masyarakat, dan hubungan manusiawi yang akrab. Cinta adalah pengikat antara
manusia dengan Tuhannya sehingga manusia akan menyembah Tuhannya dengan segala
hatinya, manusia akan mengikuti perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, dan
berpegang teguh kepada syariat-Nya.
Yang
utama dalam cinta adalah memberi bukan menerima. Memberi berarti hal yang
tinggi secara kemampuan. Dalam memberi, yang terpenting adalah memberi hal yang
sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta menyatakan pengasuhan, tanggung jawab,
perhatian, dan pengenalan.
Rumusan Masalah
2.1 Pengertian Cinta Kasih
2.2 Unsur-unsur Cinta
2.3 3 Unsur Dalam Segitiga Cinta
2.4 Tingkatan Cinta
2.5 Cinta Menurut Ajaran Agama
2.6 Bentuk-bentuk Cinta
2.7 Kasih Sayang
2.8 Kemesraan
2.9 Pemujaan
2.10 Belas Kasihan
2.11 Cinta Kasih Erotis
Tujuan Penulis
Memenuhi tugas yang diberikan dan sebagai pembelajaran bagi
menulis tentang:
o
Mengetahui arti dari cinta kasih
o
Mempelajari unsur-unsur dalam cinta kasih
o
Mempelajari hubungan manusia dengan cinta kasih
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Cinta Kasih
Cinta kasih memiliki pengertiannya masing-masing. Cinta
berarti rasa suka atau rasa sayang, ataupun juga rasa kasih yang hatinya merasa
sangat tertarik. Sedangkan kasih berarti perasaan cinta atau sayang kepada
sesuatu ataupun menaruh belas kasihan. Cinta dan kasih memiliki pengertian yang
mirip namun memiliki perbedaan. Pengertian cinta lebih kepada perasaan yang
mendalam sedangkan kasih berarti perasaan yang dapat dilakukan secara nyata.
2.2 Unsur-unsur Cinta
Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta memiliki
tiga unsur. Tiga unsur itu adalah keterikatan, keintiman, dan kemesraan.
- · Keterikatan berarti ada adanya sebuah perasaan yang menjadikan seseorang sebagai prioritas, perasaan yang hanya ingin bersama dengan seseorang dan tidak mau jika bukan dia seseorang yang dimaksud. Keterikatan berarti terikat dengan seseorang.
- · Keintiman berarti kebiasaan atau perilaku yang menunjukkan kita dengan seseorang yang dicintai sudah tidak memiliki jarak lagi. Sudah adanya panggilan atau sebutan yang tidak formal. Contohnya adalah sudah saling memakai barang satu sama lain, makan dan minum dengan peralatan makan yang sama, dan banyak sekali contohnya.
- · Kemesraan berarti adanya perasaan ingin disayangi, rasa rindu ketika tidak bertemu dalam jangka waktu yang lama, adanya perkataan untuk mengungkapan rasa sayang tersebut, dan hal lainnya.
2.3 3
Unsur Dalam Segitiga Cinta
1) Pertama, Intimasi. Intimasi adalah aspek
emosi dari cinta. Intimasi pada awal hubungan tumbuh dengan baik, tapi kalau
tidak dirawat bisa menurun ke titik nol. Bila relasi dan komunikasi tidak
bertumbuh dengan baik intimasi menjadi mati.
2) Kedua, Passion atau gairah. Ini adalah sisi
motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah ini punya peranan penting bagi
perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat untuk bersatu dengan yang
dicintai. Pada mulanya passion bertumbuh cepat dan sangat kuat, sampai tidak
lama kemudian passion ini jadi kebiasaan. Passion punya segi motivasi yang
berkekuatan positif. Inilah yang memikat anda kepada seseorang. Ini cepat
berkembang dan bisa juga cepat mati. Sisi negatifnya adalah jika hubungan sudah
saling menyakitkan maka daya tarik tadi lama kelamaan memudar.
3) Ketiga, sisi komitmen. Ini merupakan sisi
kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk memelihara cinta. Komitmen ini
bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali bertemu dengan yang dicintai,
dan bertumbuh ketika semakin saling mengenal satu dengan lainnya. Kuncinya
saling mengenal dan menghargai. Bila relasi melemah maka komitmen juga
cenderung melemah.
2.4 Tingkatan Cinta
§ Cinta tingkat tertinggi
adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah. Bagi setiap
orang Islam sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, Rasulullah, dan
berjihad di jalan Allah merupakan cinta yang utama. Itu adakah pendorong dalam
menunjang tinggi agama. Seseorang memiliki iman di dalam hatinya, ia akan
mencurahkan cintanya kepada Allah atau Tuhannya karena ia yakin Tuhan adalah
Maha Sempurna, Maha Indah, dan Maha Agung. Karena iman tersebut, maka seorang
muslim akan berbuat kebaikan karena Tuhannya memiliki sifat-sifat tersebut.
§ Cinta tingkat menengah
adalah cinta kepada orangtua, anak, saudara, suami/istri, dan kerabat. Cinta
yang menengah adalah cinta yang datangnya dari perasaan hati dan jiwa. Rasa itu
timbul dari perasaan terhadap seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga,
kekerabatan, atau persahabatan. Mereka akan menjadi akrab satu sama lain karena
cinta dan kasih sayang tersebut. Perasaan ini diberikan oleh Tuhan di dalam
hati dan jiwa seseorang dan akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari
seseorang terhadap orang lain. Seperti rasa sayang anak kepada orangtuanya atau
sebaliknya, rasa sayang istri kepada suaminya atau sebaliknya, rasa sayang
seseorang kepada saudaranya, rasa sayang seseorang kepada sahabatnya, dan
lain-lain.
§
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan keluarga, kerabat,
harta, dan tempat tinggal. Cinta terendah adalah cinta yang keji dan dapat
merusak rasa kemanusiaan dalam diri seseorang. Bentuknya misalnya cinta kepada
thagut atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surah Al Baqarah, Allah
berfirman, “Dan di antara manusia ada
orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintai
sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat
cintanya kepada Allah.
2.5 Cinta Menurut Ajaran Agama
·
Cinta Menurut Agama Islam
Menurut Al-Qur'an cinta terbagi menjadi 8 jenis, yaitu:
- Cinta
Mawaddah:
yaitu cinta yang menggebu-gebu dan membara. Orang yang memiliki
cinta jenis ini inginnya selalu berdua dan tak ingin berpisah. Selalu
ingin memuaskan dahaga cintanya bahkan hampir tidak bisa berfikir yang
lain.
- Cinta
Rahmah:
yaitu cinta yang penuh akan kasih sayang, pengorbanan dan perlindungan.
Orang yang memiliki cinta ini akan lebih memikirkan orang yang dicintainya
daripada dirinya sendiri. Dipikirannya yang penting adalah kebahagiaan
sang kekasih meskipun ia harus menderita.
- Cinta
Mail:
yaitu cinta yang sementara sangat membara. Dan sangat menyedot perhatian
tanpa memperhatikan hal-hal penting lainnya. Menurut Al-Qur'an disebut
juga dalam konteks poligami. Karna ketika sedang jatuh cinta kepada yang
muda akan cenderung mengabaikan yang lama.
- Cinta
Syaghaf:
yaitu cinta alami yang sangat mendalam dan sangat memabukkan. Orang yang
terkena cinta ini akan seperti orang gila, lupa diri bahkan tidak
menyadari apa yang dilakukannya.
- Cinta
Ra'fah:
yaitu rasa kasih sayang yang melebihi norma kebenaran. Misalnya: karna
rasa kasih sayang dan kasihan yang berlebihan melihat anaknya tidur
terlelap seorang bapak tidak tega dan tidak jadi membangunkan anaknya
untuk Sholat.
- Cinta
Shobwah:
yaitu cinta buta, cinta ini akan mendorong perilaku menyimpang dan tidak
akan bisa mengelak.
- Cinta
Syauq (Rindu):
yaitu pengembaraan hati kepada kekasih dan kobaran cinta didalam hati sang
pecinta.
- Cinta
Kulfah:
yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran akan hal-hal positif meski
itu sulit.
2.6Berbagai
Bentuk Cinta
Cinta
memang suatu perasaan yang tidak mungkin manusia untuk tidak merasakannya. Ada
berbagai bentuk cinta dalam kehidupan manusia dan setiap bentuk cinta tersebut
memiliki perbedaan meskipun pada dasarnya semua bentuk cinta adalah sama.
Berikut ini adalah bentuk-bentuk cinta menurut pandangan Islam dan para ulama.
1. Cinta kepada Allah SWT
Cinta yang paling tinggi dalam kehidupan manusia terutama
umat islam adalah cinta kepada Allah SWT sang pencipta segala isi bumi dan
semesta dan yang maha memiliki cinta. Umat muslim yang mencintai Allah akan
merasa bahwa sebagai hamba Nya, kita tidak dapat hidup tanpa adanya kasih
sayang dan cinta dari Allah SWT. Maka dari itu, mencintai allah SWT adalah
mutlak bagi setiap umat muslim.
Orang yang mencintai tentunya akan melakukan segala
sesuatu untuk yang dicintainya, termasuk jika seorang mukmin mencintai Allah
SWT. Ia akan selalu berusaha untuk mengikuti segala perintahnya dan menjauhi
larangannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam
surat Al Baqarah ayat 165.
2. Cinta Terhadap Alam Sekitar
Setelah mencintai Allah yang merupakan pencipta dari
seluruh isi alam semesta maka seorang hamba yang memiliki rasa cinta pada Allah
SWT juga akan mencintai segala yang diciptakannya dan berusaha menjaganya
(baca tujuan penciptaan manusia).
Sebagaimana kita tahu bahwa Allah SWT memerintahkan
umatnya untuk senantiasa menhaga lingkungan sekitar dari kerusakan karena
sesungguhnya Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi yang akan
melindungi alam dan memanfaatkannya dengan baik (baca hakikat penciptaan manusia). Rasa cinta pada alam sekitar
dapat diwududkan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menyayangi tumbuhan
serta menyayangi hewan. Perbuatan manusia menyakiti hewan atau tumbuhan serta
merusak alam adalah hal yang dibenci Allah SWT dan bukan merupakan rasa cinta
yang ada dan ditanam dalam hati manusia.
3. Cinta Terhadap Sesama Manusia
Cinta adalah fitrah dan mencintai sesama manusia juga
merupakan suatu fitrah yang diberikan Allah SWT. Dalam ajaran atau
syaruat Islam, cinta kepada manusia adalah seharusnya merupakan perwijudan dari
cinta kepada Allah SWT. Dapat dikatakan jika seseorang mencintai Allah SWt maka
ia pun akan mencintai manusia lainnya dan hal inilah yang mendorong manusia
untuk berbuat baik kepada sesamanya atau yang dikenal dengan akhlak. Allah juga
menyebutkan dalam Alqur’an bahwa Allah menciptakan manusia agar dapat saling
mengenal dan mengasihi.
2.7 Kasih Sayang
Menurut kamus umum
Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poewadarminta, kasih sayang adalah perasaan
sayang, cinta, atau suka kepada seseorang. Kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan
di dalam kehidupan rumah tangga. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta.
Jika sebuah pasangan memutuskan untuk menikah, maka rumah tangga yang mereka
jalani sudah bersifat saling mengasihi dan menumpahkan kasih sayang.
Kasih sayang yang
dirasakan manusia sadar atau tidak sadar akan menuntut mereka untuk bertanggung
jawab, memberikan kejujuran, pengorbanan, kepercayaan, pengertian, dan saling
terbuka sehingga manusia menjadi kesatuan utuh. Bila ada unsur kasih sayang
yang hilang maka keutuhan rumah tangga akan retak. Kasih sayang tidak hanya
dapat dirasakan pada manusia dewasa saja tetapi bayi yang baru lahir pun
merasakan kasih sayang dari orangtuanya. Bayi dapat merasakan sentuhan dan
mengenal suara orangtuanya. Bayi memiliki kepribadian yang dapat mengenali
bagaimana sifat orangtuanya.
2.8
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar 'mesra', yang
artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik
antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupaun yang sudah berumah
tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta
yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah
perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan
dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
Mesra ditunjukkan dengan cara
berpegangan tangan atau saling merangkul. Jika kita sedang berpergian ke suatu
tempat pusat perbelanjaan atau tempat-tempat rekreasi, banyak sekali kita temui
pasangan yang bermesraan dengan melakukan hal tersebut. Mesra adalah salah satu
bentuk keromantisan dalam berpasangan atau sebagai bentuk keharmonisan dalam
berumah tangga.
2.9Pemujaan
Pemujaan
berarti salah satu bentuk cinta manusia kepada Tuhannya yang dilakukan dalam
bentuk ritual. Pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan
karena Tuhanlah yang menciptakan alam semesta. Seperti dalam surah Al-Furqon
ayat 59 sampai 60 yang artinya, “Yang
menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa,
kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka
tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad)
tentang-Nya. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian
kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang
itu? Apakah kamiakan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud
kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).”
Tuhan
adalah pencipta, manusia haruslah mengikuti perintah-Nya. Bila manusia tidak
menaati perintah dari-Nya maka Tuhan akan memberikan hukumannya tapi Tuhan
adalah Maha Pemaaf. Cinta manusia kepada Tuhannya dikarenakan Tuhan Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang. Hal itu menjelaskan bahwa pemujaan adalah bagian dari
hidup manusia. Pemujaan itu sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan
situasi. Pemujaan adalah cara agar seorang hamba dapat berkomunikasi dengan
Tuhannya. Manusia dapat memohon ampun atas dosa yang ia perbuat, meminta
perlindungan, meminta agar diberikan jalan yang baik, dan doa-doa yang lain.
Tuhan akan senang bila kita memuja kebesaran-Nya dan rendah diri, Ia dan akan
mengabulkan permintaan hamba-Nya, maka dari itu cinta seorang Hamba terhadap
Tuhan-Nya adalah cinta mutlak.
2.10 Belas
Kasihan
Dalam
cinta ada istilah yang dinamakan belas kasihan. Kasihan sendiri berarti
bersimpati kepada nasib atau keadaan orang lain. Kasihan atau rahmah berarti
kita menaruh perhatian kepada situasi yang dialami dengan seseorang dan
membantu mereka dalam menyelesaikan masalah mereka. Dalam surah Al-Qolam ayat 4
dijelaskan bahwa manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain karena belas
kasihan adalah perbuatan orang berbudi dan orang berbudi dipuji oleh Allah SWT.
Manusia yang memiliki rasa belas kasihan adalah manusia yang hatinya tergugah
dan Allah akan memuji orang yang memiliki budi yang baik.
2.11 Cinta
Kasih Erotis
Cinta
kasih kesaudaraan adalah cinta antara orang yang sebanding. Cinta kasih ibu
adalah cinta terhadap orang yang lemah. Kedua hal tersebut jelas perbedaannya
namun kedua cinta tersebut sama-sama memiliki hakekat bahwa cinta kasih tidak
terbatas kepada seseorang saja. Lainnya halnya dengan cinta kasih erotis.
Cinta
kasih erotis adalah ketuntutan akan penyatuan yang sempurna dengan seorang
lainnya. Cinta kasih erotis bersifat ekslusif dan dapat merupakan bentuk cinta
yang paling tidak bisa dipercaya. Cinta kasih erotis sering dicampur dengan
pengalaman ekslosif jatuh cinta yang maksudnya tembok yang sudah dibangun oleh
sebuah pasangan akan runtuh karena mereka akan menjadi orang asing satu sama
lain. Kemesraannya bersifat sementara saja karena tidak ada rintangan dihadapi
oleh seseorang untuk menggapai cintanya dan tidak ada orang yang diperjuangkan.
Apabila seorang individu memiliki perasaan terhadap individu lain maka pribadi
orang lain tidak pernah begitu biasa untuknya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia pada
hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Cinta
kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan
atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi,
selaras, seimbang satu sama lain.
Cinta dan kasih
mengandung arti yang hampir sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih
mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan
pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
Cinta itu mulia,
bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu
tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang
didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta
dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan
penderitaan yang luar biasa.
3.2 Saran
Demikian yang dapat saya
paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya
masih kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan
rujukan atau referensi yang ada hubunganny dengan makalh ini. Saya banyak
berharap agar para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi saya
terutamanya dan juga para mahasiswa universitas pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
https://iksanteguhpramono.wordpress.com/2015/04/12/tugas-ibd-3-unsur-cinta-kasih/
https://athifahak27.wordpress.com/2018/05/22/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-cinta-kasih/
http://djavadmanamank.blogspot.com/2014/11/pengertian-cinta-kasihcinta-menurut_62.html
https://irvanhermawanto.blogspot.com/2017/10/contoh-makalah-ilmu-budaya-dasar.html

