Senin, 23 November 2020

MANUSIA dan KEKALUTAN MENTAL

 

Manusia dan Kekalutan Mental

 



 

 

Disusun Oleh :

INAYAH MAULIDA

NPM : 10220735

 

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

TA 2020/2021

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

Daftar Isi :

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Kekalutan Mental

2.2       Gejala-gejala Seseorang Mengalami Kekalutan Mental

2.3       Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan

2.4       Sebab-sebab Seseorang mengalami kekalutan mental

2.5       Penderitaan dan Perjuangan

2.6       Penderitaan, Media Massa dan Seniman

2.7       Sebab-sebab Penderitaan

2.8       Pengaruh Jika Seseorang Mengalami Penderitaan

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Manusia dan Kekalutan Mental. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun serta menyempurnakan makalah ini.

Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud saya.

 

Jakarta, 23 November 2020

                                                                                                Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk sosial yang hidup di dunia ini pasti terkadang mengalami yang namanya pendertiaan. Tingkat penderitaan yang dialami setiap manusia atau individu berbeda-beda. Ada yang ringan, sedang dan berat sekalipun.

Begitulah realita hidup di dunia. Allah sengaja memberikan penderitaan atau masalah kepada hambanya untuk menguji diantara hambanya. Mana di antara hambanya tersebut yang bertakwa dan bersabar terhadap masalah yang Allah berikan kepadanya. Sesuai dengan firman Allah di dalam Al-Qur’an :

“...dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Q.S Al-Baqarah; 177).

1.2       Rumusan Masalah

2.1       Pengertian Kekalutan Mental

2.2       Gejala-gejala Seseorang Mengalami Kekalutan Mental

2.3       Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan

2.4       Sebab-sebab Seseorang mengalami kekalutan mental

2.5       Penderitaan dan Perjuangan

2.6        Penderitaan, Media Massa dan Seniman

2.7       Sebab-sebab Penderitaan

2.8       Pengaruh Jika Seseorang Mengalami Penderitaan

1.3       Tujuan Penulis

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.      Untuk mengetahui dan mamahami tentang manusia dan penderitaan

2.      Untuk menegetahui pengertian, siksaan, dan kekalutan mental

3.    Untuk menyelesaikan tugas dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasa

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1       Pengertian Kekalutan Mental

Kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Kejatuhan mental tak jarang membuat orang tersebut manejadi tidak waras atau gila. Orang yang mengalami kekalurtan mental harus mendapat dukungan moril dari orang-orang sekitar terutama orang tua. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat dalam hidup.

2.2       Gejala-gejala permulaan pada orang yang megalami kekalutan mental adalah sebagai berikut;

A. Nampak pada jasmani dan rohani  merasakan pusing , sesak nafas, demam, nyeri pada lambung.
B. Nampak pada kejiwaanya cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
C. Selau iri hati, dan curiga, berusaha melakukan pengerusakan atau mellakukan destruksi diri da bunuh diri
D. Komunikasi sosial putus dan ada yang diorientasi sosial
E. Kepribadian yang lemah , ataun kurang percaya diri sehingga merasa rendah diri
F. Terjadinya konflik social

2.3       Tahap-tahap gangguan kejiwaan 

A. Usaha mempertahankan diri dengan negatif atau dengan cara lari atau mundur
B. Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan
C. Krisis ekonomi berkepanjangan
D. Faktor sosial atau lingkungan

2.4       Sebab-sebab seseorang mengalami kekalutan mental 

Kekalutan mental dapat dialami oleh seseorang disebabkan oleh berbagai faktor yang ada disekitarnya, dalam hal ini faktor-faktor internal atau dari dalam orang itu sendiri  maupun eksternal yang ada di lingkungan sekitarnya , keduanya mengacu pada konflik dan cara seseorang tersebut menyelesaikan konflik atau masalahnya.
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
- Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda
- Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi belebihan terhadap kehidupan

2.5       Penderitaan dan Perjuangan

Setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat maupun yang ringan. Penderitaan adalah Ujian kehidupan manusia yang bersifat kodrati(berasal dari tuhan). Karena tergantung kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalah itu semaksimal mungkin atau tidak. Manusia dalah makhluk berbudaya, dengan budaya itulah ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya atau yang dialaminya. Hal ini bisa mebuat manusia lebih kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau berada di sekitarnya.

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi takdir dari manusia itu sendiri, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan penderitaan. Manusia juga harus optimis tiap mengalami penderitaan tersebut karena penderitaan adalah ujian dari Tuhan Yang Maha Esa.Kitadapat mencoba menghilangkan penderitaan kita dengan cara berjuang yaitu dengan terus berusaha merubahnya.Memang penderitaan merupakan ketentuan dari tuhan yang maha esa tetapi kita dapat mencoba merubahnya apabila kita terus berusaha dan juga berdoa untuk merubahnya.

Contohnya adalah saat seseorang yang harus reala mengalami kebutaan dia dapat berusaha untuk dapat melakukan aktivitasnya walaupun dia buta dengan cara berlatih dan tidak lupa untuk berdoa.


2.6       Penderitaan, Media Massa dan Seniman

Penderitaan pastilah semua orang pernah merasakannya .Namun semakin maju suatu zaman maka kemungkinan penderitaannya juga akan semakin besar.Kemajuan teknologi juga merupakan salah satu factor penyebabnya yaitu seperti Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Contoh sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusai adalah kecelakaan, bencana alam dan lain-lain. Berita mengenai penderitaan manusia ramai mengisi lembaran koran, layar kaca dan berbagai media informasi lainnya.Berita-berita tersebut ditayangkan dengan tujuan agar semua orang mendapatkan informasi tentang dunia luar dan dapat ikut bersimpati.

Dengan demikian diharapkan dapat menggugah hati manusia untuk bebuat sesuatu yaitu seperti memberikan bantuan.Bantuan yang dating bisa secara perseorangan atau kelompok atau bisa juga dari sebuah organisasi tertentu. Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan kepada masyarkan luas. Dengan demikian masyarakat dapat dengan segera manusia dapat menentukan sikap yaitu untuk bersimpati atau tidak.Selain itu komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya juga tidak kalah pentingnya, sehingga para pembaca, penonton dapat menkhayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

2.7       Sebab-Sebab Timbulnya Penderitaan:

1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia.

2.      Penderitaan yang timbul karena siksaan / azab Tuhan.

Pengaruh / dampak yang dapat ditimbulkan dari penderitaan dapat berupa dampak positif ataupun dampak negative. Sikap ini sangatlah berpengaruh dari kepribadian orang yang mengalami penderitaan, jika orang ini mempunyai kepribadian yang sabar maka dampak yang ditimbulkan akan membuat orang ini semakin tabah, ulet, dan lain lain. Begitupula sebaliknya.

2.8       Pengaruh Jika Seseorang Mengalami Penderitaan

Seseorang yang mengalami penderitaan mungkin akan berpengaruh positif dan negatif pada dirinya tergantung bagaimana seseorang tersebut menanggapinya.Jika seseorang tersebut dapat menanggapinya dengan positif maka pengaruhnya juga akan positif contohnya adalah ketika kita mendapat penderitaan kita menganggap itu adalah sebuah ujian dari tuhan untuk melatih kesabaran maka hasilnya juga kita akan menjadi orang yang lebih kuat mentalnya dan lebih sabar. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, dan putus asa yang berujung terganggunya kejiwaan seseorang lalu kemudian muncullah pikiran-pikiran negatif seperti ingin bunuh diri.

Dapat juga berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku, serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Tanpa disadari jika mereka berusaha berfikir dan menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut.

BAB III

PENUTUP

 

3.1       Kesimpulan

Dari penjelasan didalam makalah ini, dapat saya simpulkan bahwa. Penderitaan merupakan hal yang pasti di alami oleh setiap manusia. Oleh karenanya, kita sebagai hamba Allah yang bertakwa lebih baik berserah diri dan bersabar dalam menghadapi setiap penderitaan atau masalah yang Allah berikan kepada kita.

 

3.2       Kritik dan Saran

Makalah ini saya buat sebagai bahan pembelajaran untuk kami semua. Karena saya masih belajar, mungkin didalam pembuatan makalah ini masih ada yang kurang. Untuk itu saya akan senang hati menerima kritikan dan saran dari pembaca tentang makalah yang kami buat ini.

Tentunya kritik dan saran yang pembaca berikan akan kami gunakan untuk lebih menyempurnakan makalah yang akan saya buat kedepannya.


DAFTAR PUSTAKA

 

http://gitguttt.blogspot.com/2016/11/pengertian-kekalutan-mental.html

https://farismuhamad.wordpress.com/2019/05/27/manusia-dan-kekalutan-mental/

https://zulrahman.wixsite.com/home/single-post/2016/11/14/Tugas-Makalah-Manusia-dan-Penderitaan

Senin, 16 November 2020

PENDERITAAN, SIKSAAN, PHOBIA dan KETAKUTAN

 

PENDERITAAN, SIKSAAN, PHOBIA dan KETAKUTAN

 



 

 

Disusun Oleh :

INAYAH MAULIDA

NPM : 10220735

 

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

TA 2020/2021

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

Daftar Isi :

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Penulisan

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Penderitaan

2.2       Contoh-contoh Penderitaan

2.3       Pengertian Siksaan

2.4       Pengertian Phobia

2.5       Jenis-jenis Siksaan yang Bersifat Psikis.

2.6       Penyebab Seseorang Ketakutan

 

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Penderitaan, Siksaan, Phobia dan Ketakutan. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun serta menyempurnakan makalah ini.

Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud saya.

 

Jakarta, 16 November 2020

                                                                                                Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Setiap manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan. Baik itu ringan atau berat. Hidup tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukursebarapa kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun tidak selalu menderita, sedih, ataupun susah. Terkadang saat manusia terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita. Penderitaan selalu datang tak terduga, manusia takkan pernah tau kapan , jam berapa, menit keberapa, dan detik keberapa penderitaan akan datang menghampiri hidupnya. Manusia hanya perlu menjalani hidupnya dengan sebaik baiknya dengan aturan yang berlaku dan sesuai kepercayaan yang ia anut.

·         Rumusan Masalah

2.1       Pengertian Penderitaan

2.2       Contoh-contoh Penderitaan

2.3       Pengertian Siksaan

2.4       Pengertian Phobia

2.5       Jenis-jenis Siksaan yang Bersifat Psikis.

2.6       Penyebab Seseorang Ketakutan

 

·         Tujuan Penulis

1. Untuk memahami pengertian dari penderitaan, siksaan dan phobia
2. Untuk mengetahui contoh-contoh penderitaan
3. Untuk mengetahui jenis-jenis siksaan yang bersifat psikis
4. Untuk mengetahui penyebab seseorang ketakutan

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau menanggung. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan

 

2.2 Contoh-contoh Penderitaan

§  Kehilangan orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.

§ 
Kemiskinan , banyak orang yang mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.

§ 
Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.

 

2.3 Pengertian Siksaan

            Siksaan atau Penyiksaan berasal dari bahasa inggris yaitu torture yang dapat diartikan sebagai tindakan diluar batas kewajaran yang mengakibatkan korban sakit jasmani maupun rohani. Siksaan ini dapat mengakibatkan penderitaan yang bisa saja berujung pada balas dendam. Siksaan ini merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan sengaja dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman atau sadisme.

 

2.4 Pengertian Phobia

            Phobia merupakan keadaan dimana seseorang mengalami schock emosional atau suatu tekanan atau ketakutan yang berlebihan terhadap benda, situasi atau kejadian pada waktu tertentu. Para ahli mengatakan, phobia merupakan problema psikologis yang dalam, yang ditemukan, diketahui dan ditaklukan sebelum phobia itu hilang. Phobia harus dapat ditaklukan, apabila tidak , maka phobia tersebut akan menjadi-jadi. Penyebab phobia sendiri bisa saja berasal dari kejadian traumatis yang dialami sejak kecil.


2.5 Jenis-jenis Siksaan yang Bersifat Psikis.

·         Keseimbangan

Keseimbangan pasti akan dialami seseorang dihadapkan oleh dua pilihan yang penting yang ia tidak dapat menentukan pilihan yang mana akan diambil. Bagi orang yang lemah berfikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berfikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga kebimbangannya dapat diatasi.

 

·         Kesepian

Kesepian berasal dari kata sepi yang bisa diartikan seperti sendiri, tidak mempunyai teman atau sahabat, tidak ada suara dsb. Atau diartikan sebagai suatu keadaan yang dialami seorang berupa rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, hal ini akan terus ia rasakan walaupun ia dalam lingkungan orang ramai ini yang perlu dianalisa pertama kali. Kesepian ini tidak perlu dicampurradukkan dengan keadaan sepi. Perbedaan antara kesepian dengan kesendiarian.Kesepian itu perasaan sepi. Sendirian itu ketika seorang keadaan sendiri.Kesepianbisa barati saperti “tikus kelaparan di lumbung padi’’. Banyak orang di sekitarnya tetapi tetap merasa sepi, sedangkan sendirian dalam keadaan sendiri tetapi tidak merasa sepi.

 

·         Ketakutan

Rasa takut selalu menjadi perasaan yang menyiksa batin si penderitanya selama seseorang tersebut merasa ketakutan, orang tersebut merasa sangat menderita dan berfikir akan melakukan apapun agar ia bisa lepas dari rasa takutnya. Menurut saya rasa takut jika dibiarkan maka lama kelamaan akan berujung  pada  ketakutan mental, bahkan bisa menjadi gangguan kejiwaan atau gila.

 

2.6 Penyebab Seseorang Ketakutan

Banyak penyebab seseorang mengalami ketakutan, antara lain:

1.      Claustrophobia dan Agoraphobia

Claustrophobia merupakan ketakutan pada ruangan tertutup. Sedangkan Agoraphobia ketakutan pada ruangan terbuka.

 

2.      Gamang

Gamang merupakan ketakutan yang dialami seseorang yang berada pada tempat yang tinggi.

 

3.      Kegelapan

Ketakutan yang terjadi apabila seseorang berada dalam keadaan yang gelap akan membuat seseorang memikirkan sesuatu yang ia takuti.

 

4.      Kesakitan

Merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.

 

5.      Kegagalan

Ini merupakan ketakutan dimana seseorang berpikir dan merasa bahwa dirinya akan gagal sebelum menjalankan sesuatu.


 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Manusia menjalani  kehidupan didunia ini  akan selalu mengalami dua hal yang  selalu silih berganti antara kebahagiaan / kesenangan dengan penderitaaan / kesusahan. Penderitaan atau kesusahan itu merupakan ujian dari Allah SWT yang telah menciptakan manusia, penderitaan itu dapat menimpah kepada dua aspek dari manusia yaitu aspek jasmani dan aspek rohani, penderitaan dapat berupa siksaan yaitu kebimbangan, kesepian dan ketakutan serta kekalutan mental yang dapat membuat manusia menderita. Manusia akan lebih menghargai kebahagiaan kalau manusia itu pernah merasakan penderitaan, karena ia merasakan bagaimana rasanya menderita dan ternyata  suatu penderitaan bukanlah sebuah hambatan untuk meraih kesuksesan atau cita-cita,  banyak kita temukan atau jumpai ternyata seseorang yang menderita ternyata mempunyai semangat / kekuatan  baru dalam menjalani hidupnya (tahan banting), tergantung bagaimana seseorang tersebut mengambil hikmah atau pelajaran dari segala bentuk penderitaan yang dialaminya.

Contohnya : semula ia adalah seseorang yang hidup sangat sederhana, yang setiap waktu biaya hidupnya hanya dari mengumpulkan barang-barang bekas, tapi berkat keuletan dan semangatnya dalam menjalani hidup ternyata dilain waktu hidupnya berubah, sekarang ia menjadi bos atau juragan, dan berubahlah hidupnya sekarang, yang dahulunya penuh dengan kekurangan dan penderitaan menjadi serba ada, dari contoh penderitaan diatas, ternyata sebuah penderitaan itu tidak selamanya buruk, tergantung dari segi dan apa yang dapat kita ambil dari suatu penderitaan tersebut.


3.2 Saran – saran

Penderitaan seharusnya tidak menjadi sebuah hambatan atau bumerang dalam menjalani kehidupan, setiap langkah dalam hidup kita akan dimintakan pertanggung jawaban oleh Allah SWT, untuk itu besar harapan dari kami untuk bersama-sama mengintrospeksi diri serta mengambil pelajaran dari setiap musibah dan penderitaan yang kita alami. Perlu diketahui bahwa Allah itu memberi suatu cobaan sebatas kemampuan manusia itu sendiri. Dan setiap cobaan, musibah dan penderitaan pasti semua ada hikmah yang dapat kita ambil, Serta yang utama kita harus banyak-banyak bersyukur, serta melapangkan hati untuk senantiasa ikhlas dalam menghadapi sebuah cobaan.

Penderitaan yang dialami manusia dapat diatasi dengan cara banyak bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia. Dan juga bersosialisasi dan mencari kawan tempat kita mencurahkan permasalahan dan penderitaan kita serta penderitaan juga dapat dikurangi dengan banyak melakukan aktivitas yang dapat menyibukan diri dan melupakan penderitaan yang tengah kita alami, sehingga rasa kesepian tidak lagi memperoleh tempat yang menyita waktu dalam diri.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://immanuelangga.blogspot.com/2016/04/pengertian-serta-contoh-penderitaan.html

http://inayahnoveliarizki.blogspot.com/2016/04/makalah-manusia-dan-penderitaan.html

http://6th-degrees.blogspot.com/2016/10/jenis-jenis-siksaan-bersifat-psikis.html

BAHASA INGGRIS 2 - MAKE 1 PARAGRAPH USING ADVERBIAL CLAUSE ABOUT THE PANDEMIC ERA

BAHASA INGGRIS 2  -   MAKING 1 PARAGRAPH USING ADVERBIAL CLAUSE ABOUT THE PANDEMIC ERA   ...   Since 2020 the corona virus has spread ...