PENDERITAAN,
SIKSAAN, PHOBIA dan KETAKUTAN
Disusun
Oleh :
INAYAH
MAULIDA
NPM
: 10220735
PROGRAM
STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TA
2020/2021
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Penderitaan
2.2
Contoh-contoh Penderitaan
2.3 Pengertian
Siksaan
2.4 Pengertian
Phobia
2.5 Jenis-jenis
Siksaan yang Bersifat Psikis.
2.6 Penyebab
Seseorang Ketakutan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya
bisa menyusun dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Penderitaan,
Siksaan, Phobia dan Ketakutan. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah
Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat
membangun serta menyempurnakan makalah ini.
Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan
Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca
dalam memahami maksud saya.
Jakarta, 16 November 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang
Setiap manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan.
Baik itu ringan atau berat. Hidup tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki
caranya sendiri untuk mengukursebarapa kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun
tidak selalu menderita, sedih, ataupun susah. Terkadang saat manusia terlalu
terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang
ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita.
Penderitaan selalu datang tak terduga, manusia takkan pernah tau kapan , jam
berapa, menit keberapa, dan detik keberapa penderitaan akan datang menghampiri
hidupnya. Manusia hanya perlu menjalani hidupnya dengan sebaik baiknya dengan
aturan yang berlaku dan sesuai kepercayaan yang ia anut.
·
Rumusan Masalah
2.1
Pengertian Penderitaan
2.2
Contoh-contoh Penderitaan
2.3 Pengertian
Siksaan
2.4 Pengertian
Phobia
2.5 Jenis-jenis
Siksaan yang Bersifat Psikis.
2.6 Penyebab
Seseorang Ketakutan
·
Tujuan Penulis
1.
Untuk memahami pengertian dari penderitaan, siksaan dan phobia
2. Untuk mengetahui contoh-contoh penderitaan
3. Untuk mengetahui jenis-jenis siksaan yang
bersifat psikis
4. Untuk mengetahui penyebab seseorang ketakutan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal
dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau menanggung. Sedangkan
menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya menanggung (merasakan)
sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian merupakan lawan kata dari
kesenangan ataupun kegembiraan
2.2
Contoh-contoh Penderitaan
§ Kehilangan
orang tua,
setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat
dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan
sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak
berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada
tuhannya.
§
Kemiskinan , banyak orang yang mederita karena kemiskinan ,
merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan
seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan.
Ini di karena kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan
oleh tuhan.
§
Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana
yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan
seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang
diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.
2.3 Pengertian
Siksaan
Siksaan atau Penyiksaan berasal dari
bahasa inggris yaitu torture yang dapat diartikan sebagai tindakan diluar batas
kewajaran yang mengakibatkan korban sakit jasmani maupun rohani. Siksaan ini
dapat mengakibatkan penderitaan yang bisa saja berujung pada balas dendam.
Siksaan ini merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan sengaja dengan
tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman atau sadisme.
2.4 Pengertian
Phobia
Phobia merupakan keadaan dimana
seseorang mengalami schock emosional atau suatu tekanan atau ketakutan yang
berlebihan terhadap benda, situasi atau kejadian pada waktu tertentu. Para ahli
mengatakan, phobia merupakan problema psikologis yang dalam, yang ditemukan,
diketahui dan ditaklukan sebelum phobia itu hilang. Phobia harus dapat
ditaklukan, apabila tidak , maka phobia tersebut akan menjadi-jadi. Penyebab phobia
sendiri bisa saja berasal dari kejadian traumatis yang dialami sejak kecil.
2.5
Jenis-jenis Siksaan yang Bersifat Psikis.
·
Keseimbangan
Keseimbangan pasti akan dialami seseorang
dihadapkan oleh dua pilihan yang penting yang ia tidak dapat menentukan pilihan
yang mana akan diambil. Bagi orang yang lemah berfikirnya, masalah kebimbangan
akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang
kuat berfikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga
kebimbangannya dapat diatasi.
·
Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang bisa
diartikan seperti sendiri, tidak mempunyai teman atau sahabat, tidak ada suara dsb.
Atau diartikan sebagai suatu keadaan yang dialami seorang berupa rasa sepi
dalam dirinya atau jiwanya, hal ini akan terus ia rasakan walaupun ia dalam
lingkungan orang ramai ini yang perlu dianalisa pertama kali. Kesepian ini tidak
perlu dicampurradukkan dengan keadaan sepi. Perbedaan antara kesepian dengan
kesendiarian.Kesepian itu perasaan sepi. Sendirian itu ketika seorang keadaan
sendiri.Kesepianbisa barati saperti “tikus kelaparan di lumbung padi’’. Banyak
orang di sekitarnya tetapi tetap merasa sepi, sedangkan sendirian dalam keadaan
sendiri tetapi tidak merasa sepi.
·
Ketakutan
Rasa takut selalu menjadi perasaan yang
menyiksa batin si penderitanya selama seseorang tersebut merasa ketakutan,
orang tersebut merasa sangat menderita dan berfikir akan melakukan apapun agar
ia bisa lepas dari rasa takutnya. Menurut saya rasa takut jika dibiarkan maka
lama kelamaan akan berujung pada ketakutan mental, bahkan bisa menjadi gangguan
kejiwaan atau gila.
2.6
Penyebab Seseorang Ketakutan
Banyak
penyebab seseorang mengalami ketakutan, antara lain:
1. Claustrophobia dan
Agoraphobia
Claustrophobia merupakan ketakutan pada
ruangan tertutup. Sedangkan Agoraphobia ketakutan pada ruangan terbuka.
2. Gamang
Gamang merupakan ketakutan yang dialami
seseorang yang berada pada tempat yang tinggi.
3. Kegelapan
Ketakutan yang terjadi apabila seseorang
berada dalam keadaan yang gelap akan membuat seseorang memikirkan sesuatu yang
ia takuti.
4. Kesakitan
Merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa
sakit yang akan dialami.
5. Kegagalan
Ini merupakan ketakutan dimana seseorang
berpikir dan merasa bahwa dirinya akan gagal sebelum menjalankan sesuatu.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia menjalani kehidupan
didunia ini akan selalu mengalami dua hal yang selalu silih
berganti antara kebahagiaan / kesenangan dengan penderitaaan / kesusahan.
Penderitaan atau kesusahan itu merupakan ujian dari Allah SWT yang telah menciptakan
manusia, penderitaan itu dapat menimpah kepada dua aspek dari manusia yaitu
aspek jasmani dan aspek rohani, penderitaan dapat berupa siksaan yaitu
kebimbangan, kesepian dan ketakutan serta kekalutan mental yang dapat membuat
manusia menderita. Manusia akan lebih menghargai kebahagiaan kalau manusia itu
pernah merasakan penderitaan, karena ia merasakan bagaimana rasanya menderita
dan ternyata suatu penderitaan bukanlah sebuah hambatan untuk meraih
kesuksesan atau cita-cita, banyak kita temukan atau jumpai ternyata
seseorang yang menderita ternyata mempunyai semangat / kekuatan baru
dalam menjalani hidupnya (tahan banting), tergantung bagaimana seseorang
tersebut mengambil hikmah atau pelajaran dari segala bentuk penderitaan yang
dialaminya.
Contohnya : semula ia adalah seseorang yang hidup sangat
sederhana, yang setiap waktu biaya hidupnya hanya dari mengumpulkan
barang-barang bekas, tapi berkat keuletan dan semangatnya dalam menjalani hidup
ternyata dilain waktu hidupnya berubah, sekarang ia menjadi bos atau juragan,
dan berubahlah hidupnya sekarang, yang dahulunya penuh dengan kekurangan dan
penderitaan menjadi serba ada, dari contoh penderitaan diatas, ternyata sebuah
penderitaan itu tidak selamanya buruk, tergantung dari segi dan apa yang dapat
kita ambil dari suatu penderitaan tersebut.
3.2 Saran – saran
Penderitaan seharusnya tidak menjadi
sebuah hambatan atau bumerang dalam menjalani kehidupan, setiap langkah dalam
hidup kita akan dimintakan pertanggung jawaban oleh Allah SWT, untuk itu besar
harapan dari kami untuk bersama-sama mengintrospeksi diri serta mengambil
pelajaran dari setiap musibah dan penderitaan yang kita alami. Perlu diketahui
bahwa Allah itu memberi suatu cobaan sebatas kemampuan manusia itu sendiri. Dan
setiap cobaan, musibah dan penderitaan pasti semua ada hikmah yang dapat kita
ambil, Serta yang utama kita harus banyak-banyak bersyukur, serta melapangkan
hati untuk senantiasa ikhlas dalam menghadapi sebuah cobaan.
Penderitaan yang dialami manusia
dapat diatasi dengan cara banyak bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah
diberikan oleh Allah kepada manusia. Dan juga bersosialisasi dan mencari kawan
tempat kita mencurahkan permasalahan dan penderitaan kita serta penderitaan
juga dapat dikurangi dengan banyak melakukan aktivitas yang dapat menyibukan
diri dan melupakan penderitaan yang tengah kita alami, sehingga rasa kesepian
tidak lagi memperoleh tempat yang menyita waktu dalam diri.
DAFTAR PUSTAKA
http://immanuelangga.blogspot.com/2016/04/pengertian-serta-contoh-penderitaan.html
http://inayahnoveliarizki.blogspot.com/2016/04/makalah-manusia-dan-penderitaan.html
http://6th-degrees.blogspot.com/2016/10/jenis-jenis-siksaan-bersifat-psikis.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar