HAKIKAT MANUSIA dan KEBUDAYAAN
Disusun Oleh :
INAYAH MAULIDA
NPM : 10220735
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
TA 2020/2021
Daftar isi :
KATA
PENGANTAR
Daftar
isi :
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
manusia
2.2 Hakikat
manusia
2.3 Kebudayaan
bangsa timur
2.4 Pengertian
kebudayaan
2.5 Unsur-unsur
kebudayaan
2.6 Wujud
kebudayaan
2.7 Orientasi
nilai budaya
2.8 Perubahan
kebudayaan
2.9 Kaitan
manusia dan kebudayaan
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.2
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun dan
menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Rangkuman Ilmu Budaya
Dasar. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Ilmu Budaya Dasar
ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun serta
menyempurnakan makalah ini.
Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Ilmu Budaya
Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami
maksud saya.
Jakarta, 13 Oktober 2020
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Budaya atau
kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan
budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni.
Ketika seseorang
berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Indonesia
merupakan salah satu Negara yang mempunyai banyak keanekaragaman budaya yang
sangat menarik dan unik. Dalam era modernisasi sekarang ini, tidak sedikit
penduduk Indonesia yang menganut budaya asing dan melupakan budaya sendiri.
Perkembangan teknologi dan masuknya budaya barat ke Indonesia, tanpa disadari
secara perlahan telah menghancurkan kebudayaan daerah.
1.2 Perumusan Masalah
1. Pengertian manusia
2. Hakikat manusia
3. Kebudayaan bangsa timur
4. Pengertian kebudayaan
5. Unsur-unsur kebudayaan
6. Wujud kebudayaan
7. Orientasi nilai budaya
8. Perubahan kebudayaan
9. Kaitan manusia dan kebudayaan
1.3 Tujuan Penulis
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang
diberikan kepada penulis dan juga sebagai pembelajaran bagi penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia
Menurut Para Ahli:
· NICOLAUS D. & A. SUDIARJA, Manusia adalah bhineka, tetapi
tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmanidan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani
dan rohani merupakan satubarang
· ABINENO J. I, Manusia adalah
"tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang beradaatau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
· UPANISADS, Manusia adalah kombinasi dari
unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, danprana ataubadan fisik
· I WAYAN WATRA, Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu
cipta,rasa dan karsa
· OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY
AL-SYAIBANYManusia
adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yangberfikir, dan manusia adalah
mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal,dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi
faktor keturunandan
lingkungan.
2.2 Hakikat Manusia
Hakikat manusia menurut
pemikiran Al-Ghazali, (dalam Nasution, 2002:71) mengacu pada kecenderungan
tertentu dalam memahami manusia. Hakikat mengandung makna sesuatu yang tetap,
tidak berubah-ubah, yaitu identitas idensial yang menyebabkan sesuatu menjadi
dirinya sendiri dan membedakannya dengan yang lainnya.
Al-Ghazali mengemukakan bahwa
hakikat manusia adalah totalitas jiwa dan badan. Jiwa sebagai pemegang
inisiatif yang mempunyai kemampuan dan tujuan ontologis, yaitu ma’rifat al-bari
(mengenal tuhan dimulai dengan mengetahui hasil-hasil perbuatannya). Badan
digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan ontologis, seperti panca indra,
dan anggota tubuh. Apabila jiwa tidak mampu mengontrol badan sesuai dengan
tujuan ontologisnya, maka hakikat kemanusiaannya tidak utuh lagi (Nasution,
2002:125). Hubungan jiwa dengan badan lebih jelas terlihat pada proses
mengetahui dan proses terjadinya perilaku manusia.
2.3 Kebudayaan Bangsa Timur
Kepribadian Bangsa Timur pada
umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi tinggi. Dan kita
tinggal di Indoensia termasuk ke dalam Bangsa Timur, di dunia Bangsa Timur
dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa Timur identik dengan
benia asia yang penduduknya berkulit hitam, berkulit sawo matang dan adapula
yang berkulit putih dan mata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang Timur
lebih sopan dan tertutup mungkin karena kebanyakan orang timur memeluk agama
islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun dizaman yang
sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang arat. Kebiasaan
orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang Timur
dapat memengaruhi kejiwaan orang Timur itu sendiri.
Pada umumnya kepribadian Bangsa Timur
adalah sangat terbuka dan toleran bangsa lain, tetapi selama masih sesuai
dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namaun walaupun kita sudah
tahu banyak tentang kehidupan Bangsa Timur kita tidak bisa selalu beranggapan
bahwa kepribadian Bangsa Timur lebih baik dari Bangsa Barat. Karena semua hal
pasti ada sisi positif dan negarifnya. Tidak ada didunia ini yang sepenuhnya
baik.
Contoh kehidupan bangsa Timur
yang masih dilestarikan:
·
Ramah
Tamah
Ramah tamah terhadap orang lain
bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam,
tersenyum atau basabasi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa Timur sangat
menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh dilingkungan
masyarakat.
·
Gotong
Royong
Gotong royong yang biasa
dilakukan masyarakat saat hari libur untuk membersihkan solokan, sampah,
rumput-rumput atau membenarkan jalan yang rusak adalah salah satu yang biasa
Bangsa Timur lakukan hingga sekarang.
·
Kesopanan
Salah satu contoh sifat
kesopanan dengan membungkukkan sedikit badan kedepan jika bertemu orag yang
lebih tua juga saah satu dominan dari kebudayaan Bangsa Timur.
2.4 Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budia atau akal);[1] diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan
akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari
bahasa Inggris yaitu culture dan bahasa Latin cultura. Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan
dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan
bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis.
2.5 Unsur-unsur Kebudayaan
1. Bahasa
Suatu pengucapan yang indah dalam elemen
kebudayaan dan sekaligus menjadi alat perantara yang utama bagi manusia untuk
meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan. Ada dua bentuk bahasa yaitu lisan
dan tulisan.
2. Sistem pengetahuan
Unsur ini berkisar pada pengetahuan tentang
kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang dipakainya. Sistem
pengetahuan meliputi ruang pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna,
waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia, tubuh
manusia.
3. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial
Dimaknai sebagai sekelompok masyarakat yang
anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial meliputi:
kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem kesatuan
hidup, perkumpulan.
4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
Teknologi di sini dimaknai sebagai jumlah
keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi
keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan
bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja,
penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan lain yang
berupa benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol adalah kebudayaan
fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman,
pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat-alat
transportasi.
5. Sistem ekonomi
Ini merupakan segala
usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi
ini meliputi, berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan,
perikanan, dan perdagangan.
6. Sistem religi
Perpaduan antara
keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak
terjangkau oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan
pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.
7. Kesenian
Kesenian dapat dimaknai
sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka
ragam itu timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin
bagi manusia. Pemetaan bentuk kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar,
yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.
2.6 Wujud
Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman,
wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
·
Gagasan
Wujud ideal kebudayaan
adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat
diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di
alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan
mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada
dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat
tersebut.
·
Aktivitas
Aktivitas adalah wujud
kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri
dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak,
serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang
berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan
sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
·
Artefak
Artefak adalah wujud
kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua
manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba,
dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud
kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan
yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai
contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan
(aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
2.7 Orientasi Nilai Budaya
Kluckhohn
dalam Pelly (1994)
mengemukakan bahwa nilai
budaya merupakan sebuah konsep
beruanglingkup luas yang
hidup dalam alam
fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang
paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling
berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara
fungsional sistem nilai
ini mendorong individu
untuk berperilaku seperti apa
yang ditentukan. Mereka
percaya, bahwa hanya
dengan berperilaku seperti itu
mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman
yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang,
malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah
sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai
tersebut merupakan wujud ideal
dari lingkungan sosialnya.
Dapat pula dikatakan
bahwa sistem nilai budaya
suatu masyarakat merupakan
wujud konsepsional dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah
berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
2.8 Perubahan Kebudayaan
Pengertian
perubahan kebudayaan adalah suatu
keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara
unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak
serasi fungsinya bagi kehidupan.
Ada
faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:
a. Mendorong perubahan kebudayaan
·
Adanya
unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama
unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan
material).
·
Adanya
individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan,
terutama generasi muda.
·
Adanya
faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
b. Menghambat perubahan kebudayaan
· Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
·
Adanya
individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi
tu yang kolot.
2.9 Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Hubungan manusia
dengan kebudayaan adalah :
Manusia sebagai
perilaku kebudayaan. Kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya
bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.
Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan
mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tmpak bahwa keduanya akhirnya
merupakan satu kesatuan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kebudayaan merupakan kekayaan
suatu bangsa. Semakin banyak macam kebudayaan itu semakin kaya bangsa itu.
Untuk itu pemahaman akan kebudayaa harus ditanamkan sejak dini, agar para
generasi muda dapat melestarikan dan melindungi kebudayaan bangsa sendiri dari
bahaya pihak luar. Generasi muda
termasuk mahasiswa di dalamnya harus menjaga kelestarian keanekaragaman budaya
yang dimiliki oleh Indonesia. Jangan sampai di saat budaya kita diambil bangsa
lain, baru kita menyadari betapa bagusnya nilai-nilai yang terkandung dalam
budaya kita itu sendiri.
3.2 Saran
Demikian yang dapat saya
paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya
masih kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan
rujukan atau referensi yang ada hubunganny dengan makalh ini. Saya banyak
berharap agar para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi saya
terutamanya dan juga para mahasiswa universitas pada umumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://eprints.umpo.ac.id/1496/2/BAB-I.pdf
http://jurnalilmiyah.blogspot.com/2017/11/pengertian-hakikat-manusia-menurut-islam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://era.id/afair/5979/mengenal-7-unsur-kebudayaan-universal
http://igedepraditya.blogspot.com/2012/05/wujud-kebudayaan-dan-orientasi-nilai.html
http://nissaaarifiani.blogspot.com/2017/03/kebudayaan-bangsa-timur.html
http://pinterpinterku.blogspot.com/2016/01/makalah-kebudayaan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar