Senin, 12 Oktober 2020

Hakikat Manusia dan Kebudayaan


 

 HAKIKAT MANUSIA dan KEBUDAYAAN

 

 

 

 

Disusun Oleh :

INAYAH MAULIDA

NPM : 10220735

 

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

TA 2020/2021

 

 

 

 

Daftar isi :

KATA PENGANTAR

Daftar isi :

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1   Pengertian manusia

2.2  Hakikat manusia

2.3  Kebudayaan bangsa timur

2.4  Pengertian kebudayaan

2.5  Unsur-unsur kebudayaan

2.6  Wujud kebudayaan

2.7  Orientasi nilai budaya

2.8  Perubahan kebudayaan

2.9  Kaitan manusia dan kebudayaan

 

BAB III PENUTUP

            3.1 Kesimpulan

            3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya bisa menyusun dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang Rangkuman Ilmu Budaya Dasar. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun serta menyempurnakan makalah ini.

Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud saya.

                                                                                 Jakarta, 13 Oktober 2020


 

BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai banyak keanekaragaman budaya yang sangat menarik dan unik. Dalam era modernisasi sekarang ini, tidak sedikit penduduk Indonesia yang menganut budaya asing dan melupakan budaya sendiri. Perkembangan teknologi dan masuknya budaya barat ke Indonesia, tanpa disadari secara perlahan telah menghancurkan kebudayaan daerah.

 

1.2 Perumusan Masalah

1.     Pengertian manusia

2.     Hakikat manusia

3.     Kebudayaan bangsa timur

4.     Pengertian kebudayaan

5.     Unsur-unsur kebudayaan

6.     Wujud kebudayaan

7.     Orientasi nilai budaya

8.     Perubahan kebudayaan

9.     Kaitan manusia dan kebudayaan

 

1.3    Tujuan Penulis

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada penulis dan juga sebagai pembelajaran bagi penulis.


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manusia

Menurut Para Ahli:

·      NICOLAUS D. & A. SUDIARJA, Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmanidan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satubarang

 

·      ABINENO J. I, Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang beradaatau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"

 

·      UPANISADS, Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, danprana ataubadan fisik

 

 

·      I WAYAN WATRA, Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta,rasa dan karsa

 

·      OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANYManusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yangberfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal,dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunandan lingkungan.

 

2.2 Hakikat Manusia

 

Hakikat manusia menurut pemikiran Al-Ghazali, (dalam Nasution, 2002:71) mengacu pada kecenderungan tertentu dalam memahami manusia. Hakikat mengandung makna sesuatu yang tetap, tidak berubah-ubah, yaitu identitas idensial yang menyebabkan sesuatu menjadi dirinya sendiri dan membedakannya dengan yang lainnya.

Al-Ghazali mengemukakan bahwa hakikat manusia adalah totalitas jiwa dan badan. Jiwa sebagai pemegang inisiatif yang mempunyai kemampuan dan tujuan ontologis, yaitu ma’rifat al-bari (mengenal tuhan dimulai dengan mengetahui hasil-hasil perbuatannya). Badan digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan ontologis, seperti panca indra, dan anggota tubuh. Apabila jiwa tidak mampu mengontrol badan sesuai dengan tujuan ontologisnya, maka hakikat kemanusiaannya tidak utuh lagi (Nasution, 2002:125). Hubungan jiwa dengan badan lebih jelas terlihat pada proses mengetahui dan proses terjadinya perilaku manusia.

 

2.3 Kebudayaan Bangsa Timur

 

Kepribadian Bangsa Timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi tinggi. Dan kita tinggal di Indoensia termasuk ke dalam Bangsa Timur, di dunia Bangsa Timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa Timur identik dengan benia asia yang penduduknya berkulit hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih dan mata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang Timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena kebanyakan orang timur memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun dizaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang arat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang Timur dapat memengaruhi kejiwaan orang Timur itu sendiri.

      

        Pada umumnya kepribadian Bangsa Timur adalah sangat terbuka dan toleran bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namaun walaupun kita sudah tahu banyak tentang kehidupan Bangsa Timur kita tidak bisa selalu beranggapan bahwa kepribadian Bangsa Timur lebih baik dari Bangsa Barat. Karena semua hal pasti ada sisi positif dan negarifnya. Tidak ada didunia ini yang sepenuhnya baik.

 

Contoh kehidupan bangsa Timur yang masih dilestarikan:

·         Ramah Tamah

Ramah tamah terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau basabasi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa Timur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh dilingkungan masyarakat.

 

·         Gotong Royong

Gotong royong yang biasa dilakukan masyarakat saat hari libur untuk membersihkan solokan, sampah, rumput-rumput atau membenarkan jalan yang rusak adalah salah satu yang biasa Bangsa Timur lakukan hingga sekarang.

 

·         Kesopanan

 

Salah satu contoh sifat kesopanan dengan membungkukkan sedikit badan kedepan jika bertemu orag yang lebih tua juga saah satu dominan dari kebudayaan Bangsa Timur.

 

2.4  Pengertian Kebudayaan

                    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal);[1] diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Inggris yaitu culture dan bahasa Latin cultura. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaianbangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

2.5  Unsur-unsur Kebudayaan

1. Bahasa

Suatu pengucapan yang indah dalam elemen kebudayaan dan sekaligus menjadi alat perantara yang utama bagi manusia untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan. Ada dua bentuk bahasa yaitu lisan dan tulisan.

2. Sistem pengetahuan

Unsur ini berkisar pada pengetahuan tentang kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang dipakainya. Sistem pengetahuan meliputi ruang pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia, tubuh manusia.

3. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial

Dimaknai sebagai sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup, perkumpulan.

4. Sistem peralatan hidup dan teknologi

Teknologi di sini dimaknai sebagai jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan lain yang berupa benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol adalah kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat-alat transportasi.

5. Sistem ekonomi

Ini merupakan segala usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi ini meliputi, berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan perdagangan.

6. Sistem religi

Perpaduan antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak terjangkau oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.

7. Kesenian

Kesenian dapat dimaknai sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Pemetaan bentuk kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar, yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.

 

2.6  Wujud Kebudayaan

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

·            Gagasan

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

·            Aktivitas

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

·            Artefak

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

 

2.7  Orientasi Nilai Budaya

Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.

Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya.  Dapat  pula  dikatakan  bahwa sistem   nilai   budaya   suatu   masyarakat   merupakan   wujud   konsepsional   dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.

 

2.8  Perubahan Kebudayaan

Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.

Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:

             a.      Mendorong perubahan kebudayaan

·         Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).

·         Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.

·         Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.

b.   Menghambat perubahan kebudayaan

·           Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)

·           Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.

 

2.9  Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Hubungan manusia dengan kebudayaan adalah :

Manusia sebagai perilaku kebudayaan. Kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tmpak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.

 


 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kebudayaan merupakan kekayaan suatu bangsa. Semakin banyak macam kebudayaan itu semakin kaya bangsa itu. Untuk itu pemahaman akan kebudayaa harus ditanamkan sejak dini, agar para generasi muda dapat melestarikan dan melindungi kebudayaan bangsa sendiri dari bahaya pihak luar. Generasi muda termasuk mahasiswa di dalamnya harus menjaga kelestarian keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Jangan sampai di saat budaya kita diambil bangsa lain, baru kita menyadari betapa bagusnya nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kita itu sendiri.

 

3.2 Saran

Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada hubunganny dengan makalh ini. Saya banyak berharap agar para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi saya terutamanya dan juga para mahasiswa universitas pada umumnya.


 

DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.umpo.ac.id/1496/2/BAB-I.pdf

http://jurnalilmiyah.blogspot.com/2017/11/pengertian-hakikat-manusia-menurut-islam.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

https://era.id/afair/5979/mengenal-7-unsur-kebudayaan-universal

http://igedepraditya.blogspot.com/2012/05/wujud-kebudayaan-dan-orientasi-nilai.html

http://nissaaarifiani.blogspot.com/2017/03/kebudayaan-bangsa-timur.html

http://pinterpinterku.blogspot.com/2016/01/makalah-kebudayaan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASA INGGRIS 2 - MAKE 1 PARAGRAPH USING ADVERBIAL CLAUSE ABOUT THE PANDEMIC ERA

BAHASA INGGRIS 2  -   MAKING 1 PARAGRAPH USING ADVERBIAL CLAUSE ABOUT THE PANDEMIC ERA   ...   Since 2020 the corona virus has spread ...