Manusia
dan Pandangan Hidup
Disusun
Oleh :
INAYAH
MAULIDA
NPM
: 10220735
PROGRAM
STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TA
2020/2021
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pandangan Hidup
2.2 Macam-macam Sumber Pandangan Hidup
2.3 Pengertian Ideologi
2.4 Macam-macam Ideologi yang ada
2.5 Pengertian Cita-cita
2.6
Contoh-contoh Cita-cita
2.7 Pengertian Kebajikan
2.8 Makna dari Suatu Kebajikan
2.9 Faktor-faktor yang Menentukan Tingkah
Laku Seseorang
2.10 Pengertian Usaha atau Perjuangan
2.11 Pengertian Kepercayaan dan Keyakinan
2.12 Aliran-aliran dalam Filsafat
2.13 Langkah-langkah Pandangan Hidup yang Baik
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dengan itu saya
bisa menyusun dan menyajikan makalah budaya dasar ini yang berisi tentang
Manusia dan Pandangan Hidup. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah
Ilmu Budaya Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun
serta menyempurnakan makalah ini.
Saya juga mohon maaf apabila dalam penulisan
Makalah Ilmu Budaya Dasar ini terdapat kesalahan sehingga membingungkan pembaca
dalam memahami maksud saya.
Jakarta 12 Januari 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah mahluk hidup
ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya. Dikarenakan manusia memiliki akal,
pikiran dan rasa. Ketiga kekayaan manusia inilah yang membuat manusia disebut
sebagai Khalifah di bumi ini. Tuntutan hidup manusia lebih daripada tuntutan
hidup makhluk lainnya yang membuat manusia harus berpikir lebih maju untuk
memenuhi kebutuhan atau hajat hidupnya di dunia, baik yang bersifat jasmani
maupun rohani. Dari proses ini maka lahirlah apa yang disebut kebudayaan dan
pandangan terhadap hidup. Pandangan terhadap hidup ini
adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia. Pandangan hidup
dapat menjadi pegangan, bimbingan dan tuntutan seseorang ataupun masyarakat
dalam menempuh kehidupan. Untuk itu, dalam kehidupan dunia dan akhirat
pandangan hidup seseoranglah yang menentukan akhir hidup mereka sendiri.
Selain
itu Pandangan hidup juga tidak langsung muncul dalam masyarakat, melainkan
melalui berbagai proses dalam kehidupan. Dalam perkembangan seorang manusia
itulah proses dalam menemukan jati diri atau pandangan hidupnya. Mulai dari
masa kanak-kanak hingga dewasa. Dalam penemuan pandangan hidup tersebut, tidak
lepas juga dengan pendidikan. Manusia mengetahui tentang hakikat hidup dan
sebagainya adalah berasal dari pendidikan. Oleh karena itu pendidikan
merupakan awal sebuah jalan menuju masa depan yang lebih baik dengan wawasan
dan ilmu pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki, mampu membuat manusia
berfikir dan melakukan sesuatu hal yang bermakna dan berharga untuk
kelangsungan hidupnya kelak.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian manusia dan
pandangan hidup?
2. Apa pengertian dan makna
cita-cita?
3. Bagaimana makna dan
sumber-sumber kebajikan?
4. Apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi sikap hidup?
5. Bagaimana hubungan manusia
dengan pandangan hidup?
1.3 Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui pengertian
manusia dan pandangan hidup
2. Untuk mengetahui pengertian
dan makna cita-cita
3. Untuk memahami makna dan
sumber-sumber kebajikan
4. Untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi sikap hidup
5. Bagaimana hubungan manusia
dengan pandangan hidup
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pandangan Hidup
Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut
oleh sutau masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan
golongan di dalam masyarakat (Koentjaraningrat, 1980). Pandangan hidup terdiri
atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan, dan sikap
hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan. Dalam kehidupannya manusia
tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu
(Suyadi, M.P., 1985).
Pandangan
hidup merupakan bagian dari hidup manusia. Tidak ada seorang pun yang hidup
tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup itu
mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan hidup ini mencerminkan
cita-cita atau aspirasinya (Manuel Kaisiepo, 1982). Apa yang dikatakan oleh
seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berpikir
tertentu. Tetapi, terkadang sulit dikatakan suatu itu pandangan hdiup, sebab
dapat pula hanya suatu idelisasi belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir yang
sedang berlangsung di dalam masyarakat.
2.2 Macam-macam Pandangan Hidup
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan
berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:
1. Pandangan hidup yang
berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa
ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdaapat pada
negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil
renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan Hidup pada dasarnya mempunyai
unsur-unsur, yaitu:
1. Cita-cita
2. Kebajikan
3. Usaha
4. Keyakinan/Kepercayaan
2.3 Pengertian
Ideologi
Ideologi merupakan suatu ide atau gagasan.
Kata ideologi sendiri
diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap
sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara
memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari)
dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang
diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama
di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran
normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar
pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep
ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti
sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang
eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).
2.4 Macam-macam Ideologi yang ada
Berikut ini ada beberapa macam-macam
ideologi politik secara umum diantaranya adalah:
1. Liberalisme
Macam dari ideologi politik yang pertama adalah liberalisme yang berasal
dari kata liberalis yang bermakna “bebas”. Artinya bahwa dalam
ideologi politik liberalisme didalamnya menjunjung tinggi adanya kebebasan
individu. Dimana liberalisme sendiri merupakan suatu ideologi maupun tradisi
politik yang berdasar pada adanya pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak
setiap individu adalah sama dan perlu diutamakan dalam nilai politik. Artinya
bahwa liberalisme diterapkan dalam suatu negara dalam sistem politiknya
biasanya bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat yang bebas. Salah satu
ciri dari ideologi liberalisme adalah adanya kebebasan dalam menyampaikan
pendapat.
2. Kapitalisme
Ideologi politik yang kedua adalah ideologi kapitalisme yang berasal
dari kata kapital atau capital yang berari modal. Sehingga
ideologi kapitalisme mrupakan suatu ideologi politik dimana kekuasaan berada
pada kapital atau para pemiliki modal. Pada ideologi ini terdapat pandangan
dimana setiap individu sebenarnya bukanlah merupakan bagian dari masyarakat,
namun harus berjuang masing-masing untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya
sendiri.
Salah satu ciri-ciri ideologi kapitalisme yang menonjol adalah adanya
sistem ekonomi bebas, dimana tidak ada batasan mengenai keuntungan yang
diperoleh maupun batasan-batasan persaingan ekonomi, artinya keuntungan dapat
diraih sebesar-besarnya. Terlebih lagi dalam ideologi ini biasanya tidak akan
ada campur tangan dari pemerintah di dalam pasar.
3. Sosialisme
Berkebalikan dengan ideologi kapitalisme, muncul pula ideologi politik
yang bernama ideologi atau paham sosialisme. Dimana ideologi sosialisme ini
lebih mengutamakan suatu kebersamaan dan tujuan serta kepentingan bersama
sebagai satu bagian masyarakat. Dimana kepentingan individu dan kepentingan
bersama harus berjalan secara bersamaan. Salah satu ciri-ciri ideologi sosialisme adalah diperlukannya adanya
campur tangan pemerintah atau negara dalam segala macam hal yang terjadi
didalam masyarakatnya demi mencapai tujuan negara yang sama. Ideologi ini juga
didasarkan pada adanya pemahaman bahwa setiap manusia atau individu hidup bukan
hanya untuk bebas saja tetapi juga sebagai makhluk sosial yang wajib untuk
saling tolong menolong.
Itulah tiga macam ideologi utama dari macam-macam ideologi politik
secara umum. Namun sebenarnya masih ada pula beberapa ideologi yang juga masih
bisa tergolong pada ideologi politik. Dimana diantaranya adalah :
4. Konservatisme
Ada pula ideologi politik yang disebut sebagai paham atau ideologi konservatisme.
Dimana ideologi ini merupakan suatu ideologi atau paham filsafat yang mendukung
akan adanya nilai-nilai tradisional. Konservatisme sendiri berasal dari bahasa
Latin, conservare yang berarti menjaga, memelihara, maupun
mengamalkan. Ideologi ini juga merupakan suatu paham yang timbul sebagai reaksi
dari adanya paham liberalisme yang menjunjung kebebasan individu.
5. Marxisme
Paham atau ideologi marxisme juga
lahir akibat adanya penentangan terhadap paham atau ideologi kapitalisme.
Dimana ideologi marxisme ini berdasar pada pemahaman bahwa setiap manusia atau
individu itu sama dan tidak terbagi atas kasta-kasta, sehingga semua individu
harus mendapat kehidupan maupun hasil yang sama pula. Baik yang berkaitan
dengan sistem ekonomi, sistem sosial, maupun juga sistem politik suatu negara.
Selain itu,
terdapat pula pemahaman bahwa suatu kontradiksi dan konflik yang berlawanan
justru dapat meningkatkan kehidupan sosial dan politik suatu masyarakat, atau
dengan kata lain dapat melalui jalan menghancurkan hal-hal yang lama demi
memunculkan hal-hal yang baru. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu ciri-ciri ideologi marxisme.
6. Feminisme
Ideologi feminisme merupakan salah
satu ideologi politik yang intinya adalah untuk memperjuangkan kesetaraan
wanita atau perempuan terutama didalam sistem maupun kehidupan politik,
ekonomi, budaya, hingga ruang pribadi.
7. Fasisme
Ideologi politik selanjutnya adalah
ideologi fasisme dimana merupakan salah satu ideologi yang didasarkan pada
adanya prinsip kepemimpinan otoriter dalam suatu negara. Dimana didasarkan pada
pemahaman bahwa suatu pemerintah dan negara perlu untuk bertindak keras agar
rakyat atau masyarakatnya takut dan mematuhi segala perintah yang dianggap
absolut. Oleh sebab itu, ideologi fasisme ini juga dikenal sebagai salah satu
ideologi politik yang menginjak-injak demokrasi serta hak asasi manusi.
8. Demokrasi
Ideologi politik yang paling banyak diterapkan dalam kehidupan bernegara
saat ini adalah ideologi demokrasi. Dimana ideologi ini memiliki satu tujuan
yaitu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, melalui
keikutsertaan masyarakat dalam pengambilan keputusan pada sistem politik,
sistem ekonomi, maupun sistem sosial. Selain itu, ciri-ciri ideologi demokrasi yang lainnya adalah menjunjung
tinggi hak asasi manusia serta hak politik setiap individu dalam masyarakat.
2.5 Pengertian Cita-cita
Menurut KBBI, cita-cita adalah :
1. Keinginan (kehendak) yg
selalu ada di dalam pikiran
2. Tujuan yg sempurna (yg akan
dicapai atau dilaksanakan)
Cita-cita adalah keinginan,
harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran.Tidak ada orang hidup tanpa
cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah
suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang
cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu
hanyalah mimpi belaka. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari
pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya.
Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan
tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya,
cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang
tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.
1. Cita-cita dan impian akan
membantu kamu untuk selalu memiliki semangat untuk hidup, memiliki semangat
juang dan untuk membantu kamu untuk selalu mengingat masih ada hal yang harus
diraih. Belum waktunya untuk menyerah dan bersantai.
2. Cita-cita bisa membantu
orang untuk terhindar dari depresi. Memiliki tujuan hidup dapat membantu
seseorang untuk selalu fokus dan tidak beranggapan bahwa dirinya tidak berarti.
3. Cita-cita akan membuat kamu
termotivasi untuk selalu berusaha setiap hari. Tidak ada batas usia untuk
bermimpi. Cita-cita tidak mengenal batas usia selama kamu tahu apa yang ingin
kamu lakukan. Selama kamu memiliki tujuan hidup yang jelas, maka kamu pasti
akan bisa meraih impianmu.
4. Cita-cita bisa mengubahmu
menjadi orang dermawan dan murah hati. Saat kamu berhasil mencapai impian kamu,
maka tanpa kamu sadari kamu sudah berbagi cerita, memberi harapan dan menjadi
inspirasi bagi orang lain.
5. Cita-cita dapat mengubah
sudut pandang kamu menjadi lebih positif. Kamu akan fokus pada hal yang ingin
kamu raih, dan perlahan melupakan hal negatif yang bisa menjadi penghalang.
2.6 Contoh-contoh Cita-cita
Cita-cita yang banyak dimiliki oleh anak
kecil. Antara lain yaitu :
- Presiden
- Dokter
- Pilot
- Guru
- Astronot
- Pelukis
- Penyani
- Aktor
- Atlet
2.7 Pengertian Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan
atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan
moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia
berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan
suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda
dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu
ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang
mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu
perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin
untuk diri sendiri.
Suara
hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat
yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai
dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi
berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi
baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus
dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah
perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum
Tuhan.
Kebajikan manusia nyata dan
dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada
pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri,
sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan
dan pengalaman.Setiap akan memdefinisikan kebajikan, maka tidak lepas akan dari
empat hal, yaitu :
1. Kebiasaan (habit) merupakan
kualitas kejiwaan, keadaan yang tepat, sehingga memudahkan pelaksanaan
perbutan.
o Kebiasan di sebut juga “
Kodrat yang kedua’’. Ulangan perbuatan memperkuat kebiasaan, sedangkan
meninggalkan suatu perbuatan atau melakukan perbuatan yang bertentangan akan
melenyapkan kebiasaan.
o Kebiasaan dalam pengertian
yang sebenarnya hanya ditentukan pada manusia, karena hanya manusia yang dapat
dengan sengaja, bebas, mengarahkan kegiatan.
2. Kebiasaan yang dari sudut
kesusilaan baik dinamakan kebajikan(virtue), sedangkan yang jahat, buruk,
dinamakan kejahatan (vice).
o Kebajikan adalah kebiasaan
yang menyempurnakan manusia. Selain itu, kebajikan adalah pengetahuan,
kejahatan ketidak tahuan. Tidak ada orang berbuat jahat atas suka rela
(Socrates).
o “Keinginan manusia dapat
menetang akal, dan akal tidak mempunyai kekuasaan mutlak atas keinginan,
kecuali kekuasaan tidak langsung. Keinginan harus dilatih untuk tunduk pada
budi (Aristoteles).
3. Kebajikan budi
menyempurnakan akal menjadi alat yang baik untuk menerima pengetahuan.
o Bagi budi spekulatif
kebajikan disebut pengertian, pengetahuan. Bagi budi praktis disebut
kepandaian, kebijaksanaan.
o Kebajikan kesusilaan
menyempurnakan keinginan, yaitu dengan cara tengah.
4. Kebajikan pokok, kebajikan
susila yang terpenting, meliputi :
o Menuntut keputusan budi
yang benar guna memilih alat-alat dengan tepat untuk tujuan yang bernilai
(kebijaksanaan).
o Pengendalaian keingininan
kepada kepuasan badaniah(pertahanan/pengendalian hawa nafsu inderawi).
o Tidak menyingkir dari kesulitan(kekuatan).
o Memberikan hak kepada yang
memilikinya (keadilan).
2.8 Makna dari Suatu Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan
atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan moral,
perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama, dan etika. Manusia berbuat
baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas
dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Manusia adalah seorang
pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur terpisah bila manusia
meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia
mencintai diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Manusia merupakan makhluk
sosial : manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong,
saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai,
saling membenci, saling merugikan dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk
Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berkembang karena Tuhan. Untuk itu manusia
dilengkapi kemampuan jasmani dan rohani juga fasilitas alam sekitarnya
seperti tanah, air, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus
melihat dari tiga segi yaitu ;
§ ∗ Manusia
sebagai makhluk pribadi
§ ∗ Manusia
sebagai anggota masyarakat
§ ∗ Manusia
sebagai makhluk Tuhan
Sebagai makhluk pribadi,
manusia dapat menentukan sendiri apa yang yang baik dan apa yang yang buruk.
Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati adalah semacam bisikan didalam hati
yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu
perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi sura hati dapat merupakan
hakim untuk diri sendiri. Sebab itu, nilai suara hati amat besar dan penting
dalam hidup manusia. Misalnya orang tahu bahwa membunuh itu buruk, jahat, suara
hatinya mengatakan demikian, namun manusia kadang-kadang tak mendengarkan suara
hatinya.
Suara hati selalu memilih
yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi
dirinya. Oleh karana itu, kalau seseorang untuk berbuat sesuatu sesuai sdengan
bisikan suara hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Karena
merupakan anggota masyarakat, maka seseorang juga terikat dengan suara
masyarakat.
Setiap masyarakat adalah
kumpulan pribadi- pribadi, sehingga setiap suara masyarakat pada hakekatnya
adalah kumpulan suara hati pribadi-pribadi dalam masyarakat itu. Sebagaimana
sura hati tiap pribadi itu pasti selalu menginginan yang baik, maka masyarakat
yang terdiri atas pribadi-pribadi itu pun pasti suara hatinya juga menginginkan
yang baik. Sesuatu yang baik bagi masyarakat, berarti baik bagi kepentingan
masyarakat. Tetapi dapat saja terjadi, bahwa sesuatu yang baik bagi kepentingan
umum/ masyarakat tidak baik bagi salah seorang atau segelintir orang didalamnya
atau sebaliknya. Dengan demikian seseorang harus tunduk kepada apa yang baik
bagi masyarakat umum.
2.9 Faktor-faktor yang Menentukan Tingkah Laku Seseorang
v Faktor Personal dan Faktor Situasional.
A.
Faktor
Personal Yang Mempengaruhi Perilaku Manusia
Faktor personal seringkali dipengaruhi
oleh motif sosiogenis, atau sering juga disebut motif sekunder sebagai lawan
dari motif primer (motif biologis). Secara singkat motif-motif sosiogenis di
atas dapat dijelaskan sebagai berikut (Jalaluddin, 2007) :
1)
Motif
ingin tahu
Yaitu kecendrungan setiap orang untuk
berusaha memahami dan memperoleh arti dari dunianya. Manusia membutuhkan
kerangka rujukan (frame of reference) untuk mengevaluasi situasi baru dan
mengarahkan tindakan yang sesuai.
2)
Motif
kompetisi
Setiap orang ingn membuktikan bahwa ia
mampu mengatasi persoalan kehidupan apa pun. Perasaan mampu amat begantung pada
perkembangan intelektual, sosial, dan emosional.
3)
Motif cinta
Berbagai penelitian membuktikan bahwa
kebutuhan akan kasih sayang yang tidak terpenuhi akan menimbulkan peilaku
manusia yang kurang baik.
4)
Motif harga
diri dan kebutuhan mencari identitas
Erat kaitannya dengan kebutuhan untuk
memperlihatkan kemampuan dan memperoleh kasih sayang, ialah kebutuhan untuk
menunjukkan eksistensi di dunia.
5)
Kebutuhan
akan nilai, kedambaan, dan makna kehidupan
Dalam menghadapi kehidupan, manusia
membutuhkan nilai-nilai untuk menuntunnya dalam mengambil keputusan atau
memberkan makna pada kehidupannya. Termasuk ke dalam ini adalah motif-motif
keagamaan.
6)
Kebutuhan
akan pemenuhan diri
Kebutuhan akan pemenuhan diri dilakukan melalui melalui
berbagai bentuk :
1.
Mengembangkan
dan menggunakan potensi-potensi kita dengan cara yang kreatifkonstruktif,
misalnya dengan seni musik, musik, sains, atau hal-hal yang mendorong ungkapan
diri yang kreatif.
2.
Memperkaya kualitas kehidupan
dengan memperluas rentangan dan kualitas pengalaman serta pemuasan, misalnya dengan
darmawisata.
3.
Membentuk
hubungan yang hangan dan berarti dengan orang-orang sekitar.
4.
Berusaha
“memanusia”, menjadi persona yang kita dambakan.
Motivasi seseorang juga akan ikut
menentukan sebuah pesan diterima atau tidak. Hal ini juga berarti, motivasi
untuk mencari hiburan contohnya akan menjadi dalih untuk menikmati media
massa (Nurudin, 2007: 232) .
B. Faktor Situasional Yang
Mempengaruhi Perilaku Manusia
Sedangkan faktor
situasional yang mempengaruhi manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
(Jalaluddin, 2007) :
1. Faktor Ekologis :
Kaum determinisme lingkungan sering menyatakan bahwa keadaan
alam mempengaruhi gaya hidup dan perilaku.
2. Faktor Temporal : Satu
pesan komunikasi yang disampaikan di pagi hari, akan berbeda maknanya
bila disampaikan pada tengah malam. Jadi, yang mempengaruhi manusia bukan saja
di ana mereka berada tetapi juga bilamana mereka berada.
3. Suasana Perilaku (Behaviour Settings)
: Pada setiap suasana terdapat pola-pola hubungan yang
mengatur perilaku orang-orang di dalamnya.
4. Teknologi : Revolusi teknologi sering
disusul dengan revolusi dalam perilaku sosial.
Dalam ilmukomunikasi, Mrshall McLuhan (1964) menunjukkan bahwa bentuk
teknologi komunikasi lebih penting daripada isi media komunikasi.
5. Faktor-faktor Sosial : Sistem peranan yang
ditetapkan dalam suatu masyarakat, struktur kelompok dan
organisasi, karakteristik populasi, adalah factor-faktor sosial yang
menata perilakumanusia.
6. Lingkungan psikososial :
Persepsi tentang sejauh mana lingkungan memuaskan atau mengecewakan
kita, akan mempengaruhi perilak kita dalam lingkungan itu.
7. Stimuli yang mendorong dan
memperteguh perilaku : Situasi yang permisif memungkinkan orang melakukan
banyak hal tanpa harus merasa malu. Sebaliknya, situasi restriktif enghabat
orang untuk berperilaku sekehendak hatinya.
2.10 Pengertian Usaha atau Perjuangan
Usaha
adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras
untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan.
Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha, manusia
tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus
bekerja keras. Apabila seorang bercita-cita menjadi ilmuan, ia harus rajin belajar
dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.
Kerja
keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmuan maupun tenaga atau jasmani,
atau keduanya, para ilmuan lebih banyak bekerja keras dengan otak atau ilmunya
daripada dengan jasmaninya. Sebaliknya para buruh, petani lebih banyak
menggunakan jasmani daripada otaknya, para tukang dan para ahli lebih banyak
menggunakan kedua-duanya otak dan jasmani daripada salah satunya. Para politis
lebih banyak kerja otak daripada jasmaninya, sebaliknya para prajurit lebiih
banyak kerja jasmani daripada otak.
Kerja
keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.
Sebaaliknya pemalas membuat mannudia itu miskin, melarat, dan berarti
menjatuhkan harkat serta martabatnya sendiri. Karena itu tidak boleh
bermalas-malasan dalam hidup ini. Santai dan istirahat saja ada waktunya dan
manusia yang mengatur waktunya itu.
2.11 Pengertian Kepercayaan dan Keyakinan
Dilihat
dari segi bahasa, keyakinan berasal dari kata yakin yang artinya percaya
sungguh-sungguh. Kepercayaan berbeda dengan keyakinan, keyakinan dan keimanan
berada diatas istilah kepercayaan, dan keyakinan ekuivalen dengan keimanan.
Kepercayaan menerima dengan budi dan keyakinan menerima dengan akal.
Dalam
kehidupan, manudia mempunyai banyak keyakinan atas suatu hal. Dengan keyakinan
inilah kemudian manusia bertindak sebagai makhluk budaya. Keyakinan yang
dimiliki manusia berwujud macam-macam. Dalam hal agama, keyakinan itu berarti
meyakini secara pasti dan benar bahwa Allah adalah Sang Maha Pencipta, dalam
bidang kehidupan manusia menggunakan keyakinan sebagai cara dalam menempuh
kehidupan, tanpa keyakinan kehidupan akan diliputi oleh kebimbangan.
2.12 Aliran-aliran dalam Filsafat
Menurut
Prof.Dr. Harus Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
A.
Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu
dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan
gaib itu diatur dari Tuhan, tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur
itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan
hokum-hukumnya secara mutlak dikuasi Tuhan, manusia sebagai makhluk tidak mampu
menguasai alam ini, karena manusia itu lemah. Manusia hanya daapat berusaha
atau berencana tetapi Tuhan yang menentukan.
Apabila
aliran naturalism ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan
manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup dilandasi oleh
ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya. Manusia yakin bahwa kebajikan itu
diridhoi oleh Tuhan, pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhan
kekuasaan tertinggi, yang menentukan segala-galanya disebut pandangan hidup
religious (keagamaan). Sebaliknya, apabila manusia tidak mengakui adanya Tuhan,
pandangan hidup yang dilandasi oleh kekuatan natur sifatnya atheism, disebut
pandangan hidup komunis.
B.
Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah
logika atau akal, manusia mengutamakan akal. Dengan akan manusia berpikir mana
yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan hati
nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan akal kebajikan itu dapat dicapai
dengan sukses, dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu
mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberikan akibat
yang bertentangan dengan hati nurani.
Apabila
aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu
bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran
yang diterima akal, benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa
kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal, pandangan hidup ini disebut
liberalism. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku, walaupun
tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati, kebebasan akal lebih
ditekankan pada setiap individu.
C.
Aliran Gabungan
Apabila dasar keyakina itu
kekuatan gaib dari Tuhan dan akal. Keduanya mendasari keyakinan secara
seimbang, akal dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa
(hati nurani), logika berpikir baik secara individu maupun kolektif pandaangan
hidup ini disebut sosialisme religious. Kebajikan yang dikehendaki adalah
kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya
itu berkat karunia Tuhan. Apabila kita kaji antara dua pandangan hidup ini
terdapat perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika
berpikir kolektif daripada hati nurani dan juga tidak begitu menghiraukan
kekuasaan Tuhan, sedangkan pandangan hidup sosialisme religious menkankan pada
logika berpikir kolektif individual, hati nurani, dan kekuasaan Tuhan.
2.13 Langkah-langkah Pandangan Hidup yang Baik
Manusia pasti mempunyai
pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan
pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Akan tetapi yang
terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini.
Berikut langkah-langkah berpandangan hidup yang baik, yaitu:
A. Mengenal
Mengenal merupakan suatu
kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas
hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita
yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka
kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan
bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu turun ke dunia. Adam dan hawalah yang
merupakan manusia pertama, dan berarti pula mereka mempunyai pandangan hidup
yang digunakan sebagai pedoman dan yang memberi petunjuk kepada mereka. Sedangkan
kita sebagai makhluk bernegara dan beragama pasti mempunyai pandangan hidup
juga dalam beragama, khususnya Islam, kita mempunyai pandangan hidup yaitu
Al-Qur’an , Hadist, dan lainnya, yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat
dipisahkan.
B.
Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan
mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita
berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita
hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama islam. Hendaknya kita
mengerti apa itu Al-Qur’an serta yang lainnya dan bagaimana itu mengatur
kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu juga kita mengerti untuk
apa dan dari mana Al-Qur’an itu. Sehingga demikian mempunyai suatu konsep
pengertian tentang pandangan hidup dalam agama islam.
C.
Menghayati
Menghayati disini dapat
diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan
memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa
hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang
dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu
atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan
hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu
sendiri.
Dengan kata lain langkah
mengenai mengerti dan menghayati ini ada sikap penerimaan dan hal lain
merupakan langkah yang menentukan terhadap langkah selanjutnya. Bila dalam
mengerti dan menghayati ini ada penerimaan secara ikhlas, maka langkah
selanjutnya akan memperkuat keyakinannya. Akan tetapi bila sebaliknya maka
langkah selanjutnya tidak berguna.
D.
Meyakini
Meyakini merupakan suatu
hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu
tujuan hidupnya. Dengan menyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang
ikhlas terhadap pandangan hidup ini. Adanya sikap menerima ini maka ada
kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan
tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
Contoh bahwa keyakinan itu
penting dalam tingkah laku. Kita sebagai umat yang beragama islam yakin bahwa
Allah itu mempunyai sifat yang maha dari segala yang diantaranya adalah maha
mengetahui. Sifat maha mengetahui ini membuat orang yang meyakininya selalu
berbuat baik. Dalam hal ini adalah keyakinan yang sebenar-benarnya. Akan tetapi
dalam kasus tertentu ada pula orang yang walaupun meyakini, tetapi melanggar
ketentuannya.
E.
Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu
hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan
dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh lain. Dengan mengabdi maka kita
akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat
dirasakan oleh diri sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa
masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.
Dampak berpandangan hidup
islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang tua. Dalam mengabdi kepada
orang tua bila didasari oleh pandangan hidup islam maka akan cenderung untuk
selalu disertai dengan ketaatan dalam mengikuti segala perintahnya.
Setidak-tidaknya kita menyadari bahwa kita sudah selayaknya mengabdi kepada
orang tua.
Oleh karena itu seharusnya
mengabdi kepada orang tua kita dengan perwujudannya yang berupa perbuatan yang
menyenangan hatinya, baik secara langsung ataupun tidak. Artinya apapun yang
menjadi hambatan dan tantangan kita untuk tidak mengabdi kepadanya harus selalu
ditumbangkan.
F. Mengamankan
Proses mengamankan ini
merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum
mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah ini
merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan
kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
Misalnya seorang yang
beragama islam dan berpegang teguh kepada pandangan hidupnya, lalu suatu ketika
dia dicela baik secara langsung ataupun tidak, maka jelas dia tidak menerima
celaan itu. Bahkan bila ada orang yang ingin merusak atau bahkan ingin
memusnahkan agama islam baik terang-terangan ataupun diam-diam, sudah tentu dan
sudah selayaknya kita mengadakan tindakan terhadap segala sesuatu yang menjadi
pengganggu.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pandangan hidup merupakan bagaimana manusia memandang
kehidupannya. Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berdeda-beda dan
melahirkan suatu paham. Wujud pandangan hidup manusia berkaitan dengan
cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita merupakan pandangan hidup di
masa yang akan datang. kebajikan secara nyata dan dapat dirasakan melalui
tingkah lakunya. Dan, dalam hal ini, tingkah laku manusia sebagai perwujudan
kebajikan inilah yang akan dikemukakan karena wujudnya dapat dilihat dan
dirasakan. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap
orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri yang berbeda dari orang lain dan tergantung
dari pembawaan, lingkungan, dan pengalaman. Dalam setiap perbuatan, manusia
harus memahami etika yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga kehidupan dalam
memasyarakat menjadi tenang dan tentram.
3.2 Saran
Makalah ini saya buat sebagai bahan
pembelajaran Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Karena saya masih belajar, mungkin
didalam pembuatan makalah ini masih ada yang kurang. Untuk itu saya akan senang
hati menerima kritikan dan saran dari pembaca tentang makalah yang kami buat
ini. Tentunya kritik dan saran yang pembaca berikan akan saya gunakan untuk
lebih menyempurnakan makalah yang akan saya buat kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi
http://nanisarahhapsari30.blogspot.com/2017/05/contoh-makalah-ilmu-sosial-budaya-dasar.html
https://arafarra17.blogspot.com/2016/06/makalah-manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://mynewblogtugasku19.blogspot.com/2017/05/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan.html
https://guruppkn.com/macam-macam-ideologi-politik
https://www.bocahmloko.my.id/2013/12/makalah-ibd-manusia-dan-pandangan-hidup.html
https://www.dictio.id/t/apa-saja-faktor-faktor-yang-memengaruhi-perilaku-seseorang/10755/2
http://mynewalnida.blogspot.com/2015/02/makalah-cita-cita.html
http://nanisarahhapsari30.blogspot.com/2017/05/contoh-makalah-ilmu-sosial-budaya-dasar.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar